Polisi Kembali Datangi Sidorejo Soal Kasus Mantan Kades

Rabu, 27 Agustus 2014 | 18:43 WIB

SEDAN, MataAirRadio.net – Enam orang petugas gabungan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Polres Rembang mendatangi Desa Sidorejo Kecamatan Sedan, Rabu (28/8) pagi. Kedatangan tim ini terkait dengan laporan dugaan penyelewengan mantan Kades Sidorejo Sholih.

24 Februari lalu, warga Desa Sidorejo melalui Aliansi Masyarakat Peduli Desa Sidorejo (Ampedes) melaporkan secara resmi Sholih ke polisi atas dugaan penyalahgunaan tanah aset desa. Abdul Mun’im, salah satu tokoh warga Desa Sidorejo mengaku mendampingi tim teknis dari DPU dan penyidik polisi.

Selama dua jam sejak jam sembilan pagi, tim fokus di bangunan Balai Desa Sidorejo. Warga sempat menyebut bangunan balai desa ini bermasalah karena berdiri di atas tanah yang tidak jelas tukar gulingnya dari banda desa. Mun’im berharap, kasus tetap diproses, meski ada keinginan damai dari kubu Sholih.

Sebelumnya, warga Sidorejo sempat menyampaikan sejumlah berkas yang diharapkan bisa digunakan untuk membantu jalannya penyelidikan. Salah satunya mengenai pemanfaatan tanah banda desa untuk bangunan Kantor Kecamatan Sedan, Kantor Balai Penyuluhan Pertanian Sedan, dan rumah milik Sholih.

Tanah yang ditukar guling dari banda desa ini letaknya saling berpencar, salah satunya yang kini didiami Balai Desa Sidorejo. Warga menyebut akibat tukar guling ini, terjadi selisih nilai ratusan juta rupiah. Namun polisi mengendus, dugaan penyimpangan aset atau dana desa oleh Sholih tidak hanya itu.

Menurut Mun’im, begitu kasus dugaan penyelewengannya ditangani polisi, belakangan Sholih tampak pasrah. Kini Sholih lebih sering berada di rumah. Dia juga memilih menunggu proses hukum yang berjalan. Soal hasil pemeriksaan kelayakan balai desa, Mun’im menyebut sudah akan diketahui dua hari lagi.

Kasatreskrim Polres Rembang AKP Joko Santoso mengonfirmasi timnya masuk ke Sidorejo dengan dipimpin Kepala Unit III Iptu Sutikno. Dia mengakui, kedatangannya terkait kasus dugaan penyelewenngan mantan Kades Sidorejo. Fokusnya baru pada pengecekan balai desa untuk melengkapi penyelidikan.

Menurutnya, hasil kajian tim teknis dari DPU soal Balai Desa Sidorejo akan menjadi acuan untuk audit dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Tengah. Joko menyatakan, pihaknya sudah menyurati BPKP, namun mereka belum turun ke Rembang. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan