Sidomulyo Mangkrak, DPU Malah Lebarkan TPA Landoh

Sabtu, 16 Januari 2016 | 13:48 WIB
Kondisi terkini TPAS Sidomulyo Kecamatan Sedan, Kamis (14/1/2016) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

Kondisi terkini TPAS Sidomulyo Kecamatan Sedan, Kamis (14/1/2016) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

SEDAN, mataairradio.com – Pihak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Rembang belum berpikir mengoperasikan tempat pembuangan akhir sampah atau TPA di wilayah Desa Sidomulyo Kecamatan Sedan.

DPU kini justru berpikir melebarkan TPA di wilayah Desa Landoh Kecamatan Sulang. Luas TPA tersebut 3,2 hektare, sedangkan pemkab berencana melebarkannya menjadi 5 hektare.

Kepala Bidang Kebersihan dan Drainase di DPU Rembang Mokhammad Rokhim, Sabtu (16/1/2016) pagi menyebut, belum terpikirnya operasi TPA Sidomulyo karena faktor aturan.

“Ada anjuran dari Pusat, bahwa tempat pembuangan akhir sampah, mestinya hanya ada satu dalam sebuah kabupaten. Sementara di Rembang, akan ada dua, jika TPA Sidomulyo dioperasikan,” katanya.

Dengan begitu, TPA Sidomulyo akan menjadi terbengkalai dan makin mangkrak.

Rokhim juga menjelaskan, selain karena adanya anjuran agar jumlah TPA satu saja di lingkup kabupaten, belum dioperasikannya TPA Sidomulyo pun karena alasan pembebasan lahan untuk akses, yang masih menemu kendala.

Dari keterangan yang dihimpun di lapangan, pemilik lahan ogah menjual tanahnya dan malah minta sewa tinggi.

“Menurut ketentuan terbaru, pembebasan lahan untuk kepentingan umum, tidak lagi dilakukan oleh pihak pemkab, tapi oleh provinsi,” bebernya.

Ia mengakui, sampai saat ini, belum ada lagi pembicaraan matang, mengenai pembebasan lahan untuk akses menuju TPA Sidomulyo.

Saat ini juga, menurut Rokhim, pihak DPU lebih mempertimbangkan merevitalisasi TPA Landoh, agar lebih memadai secara tampungan dan tingkat kenyamanannya bagi warga sekitar.

“Revitalisasi TPA bisa didanai oleh Pemerintah Pusat, selagi luasannya minimal lima hektare,” terangnya.

Pada kesempatan terpisah, Anggota Komisi C DPRD Rembang Mohammad Imron meminta kepada pihak DPU setempat agar tak begitu saja beralih fokus penanganan sampah, dari pemanfaatan TPA Sidomulyo berganti melebarkan TPA Landoh.

“Bagian timur Rembang butuh TPA karena sampah-sampah sering telat terurus,” katanya.

Jika tetap mengandalkan Landoh, maka penanganan sampah di wilayah timur Rembang, akan kurang cepat. Ia menilai persoalan TPA di Sidomulyo tinggal soal pembebasan lahan untuk akses jalan, sedangkan luasannya memadai, karena sudah 4,4 hektare.

“Kami akan mengklarifikasi DPU soal hal ini,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan