Sekda Rembang Sebut Sidak Kinerja PNS Saat Ramadan Tak Perlu

Senin, 30 Juni 2014 | 16:34 WIB
Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang, Hamzah Fatoni (Foto:Puji)

Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang, Hamzah Fatoni (Foto:Puji)

REMBANG, MataAirRadio.net – Ribuan pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Rembang, Senin (30/6) pagi, masuk kerja pertama kali dengan perlakuan jam khusus di bulan Ramadan. Mereka tetap mengikuti apel seperti biasa, namun baru dimulai jam delapan pagi, tidak jam tujuh seperti biasanya.

Hampir semua pegawai terpantau patuh masuk tepat waktu, namun ada beberapa yang belum tampak saat apel. Belum ada konfirmasi, apakah sejumlah PNS ini membolos, namun beberapa di antaranya terpantau datang terlambat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang Hamzah Fatoni menyebut, inspeksi mendadak soal kinerja PNS di awal Ramadan, tidak perlu. Namun, mereka yang membolos tetap dikenai sanksi oleh Kepala SKPD yang bersangkutan, karena sistem presensi dengan sidik jari dianggap sudah berjalan.

Selama Ramadan 1435 Hijriah, para PNS di Kabupaten Rembang mendapat “potongan” jam kerja selama satu jam tiap hari, bagi SKPD yang melaksanakan lima hari kerja. Mereka masuk jam delapan pagi dan pulang jam setengah empat sore.

Menurut Sekda, tidak ada perlakuan tambahan bagi SKPD yang menerapkan enam hari kerja seperti rumah sakit daerah, puskesmas, dan kantor layanan publik lainnya. Mereka tetap masuk seperti biasa, hanya “dipotong” satu jam per hari.

Hamzah menjelaskan, pemberian perlakuan jam kerja khusus bagi PNS selama Ramadan, merupakan petunjuk dari Pusat. Menurutnya, prinsip jam kerja baru ini bukan pengurangan, melainkan memberikan kemudahan bagi PNS yang beragama Islam, agar bisa menunaikan ibadah Puasa secara lebih baik.

Pihak Pemkab Rembang mengklaim, edaran mengenai jam kerja pegawai negeri sipil saat Ramadan telah disampaikan ke semua SKPD, termasuk di Kantor Kecamatan dan Puskesmas serta Rumah Sakit.

Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS, pegawai negeri sipil yang membolos kerja selama sehari akan diberi sanksi oleh atasannya masing-masing. Sanksi tersebut hanya berupa teguran lisan. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan