Si Jago Merah Ludeskan Dua Rumah Warga Padaran

Rabu, 15 Oktober 2014 | 13:04 WIB
Rumah milik Suriani yang terbakar pada Rabu (15/10/2014) dini hari tadi. (Foto: Citizen)

Rumah milik Suriani yang terbakar pada Rabu (15/10/2014) dini hari tadi. (Foto: Citizen)

 

REMBANG, mataairradio.com – Dua rumah milik warga RT 2 RW 2 Desa Padaran Kecamatan Rembang ludes terbakar, Rabu (15/10/2014) dini hari atau sekitar pukul 03.00 WIB. Kebakaran rumah milik Suriani dan Isnandar ini diduga dipicu oleh hubungan pendek arus listrik.

Kobaran api kali pertama diketahui oleh Sujiman, kakak Suriani, yang tinggal berdekatan. Sujiman terbangun oleh suara gaduh sapi dan ternak di kandang belakang rumah Isnandar. Rumah Suriani yang seorang bayan atau Kaur Umum Desa Padaran, bersebelahan dengan kandang itu.

“Saya dan istri bangun, begitu mendengar suara gaduh sapi di kandang sapi milik Pak Isnandar. Begitu keluar, api sudah membubung. Saya segera berteriak kebakaran. Saat kejadian, Pak Suriani dan Pak Isnandar mungkin masih tertidur,” tutur Sujiman.

Warga yang kemudian mendengar suara kentongan kebakaran, segera berhamburan keluar rumah dan membantu memadamkan api. Beberapa warga lain juga segera mengontak pemadam kebakaran.

“Api cepat membesar dan segera melalap rumah Pak Bayan (Suriani, red.). Tinggal dinding yang tembok ini yang utuh. Semua isinya ludes, termasuk kulkas di masing-masing rumah meledak. Namun ternak sapi bisa diselamatkan warga,” kata Zaenal Arifin, warga Padaran lainnya.

Regu pemadam dari Pemkab Rembang yang sekitar setengah jam kemudian datang, segera melokalisasi api dengan bantuan warga. Jarak antarkediaman di lokasi tersebut, relatif rapat, sehingga api rentan menjalar.

“Kami tiba sekitar setengah jam kemudian (pukul 03.30 WIB, red.) dan langsung berusaha melokalisasi api. Empat tangki dan dua pemadam kami kerahkan agar api tak menjalar. Rumah warga memang saling berdekatan,” terang Sarpani, salah satu anggota regu pemadam kebakaran.

Api berhasil dipadamkan secara nyaris total sekitar pukul 04.15 WIB. Namun untuk memastikan tidak adanya lagi titik api, penyemprotan masih dilakukan hingga sekitar pukul 05.00 WIB.

Akibat kejadian kebakaran ini, petugas dari Kepolisian Sektor Kota Rembang segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Berdasarkan hasil keterangan dari sejumlah saksi, polisi sementara menduga kebakaran terjadi akibat dipicu korsleting.

Tidak ada korban jiwa dari peristiwa kebakaran ini. Namun, kerugian material mencapai total ratusan juta rupiah. Rumah milik Isnandar berukuran 9×20 meter dan isinya terbakar, sehingga kerugian materialnya ditaksir mencapai Rp125 juta.

Sedangkan rumah milik Suriani berukuran 10×12 meter dan isinya juga ludes, sehingga kerugiannya diperkirakan sekitar Rp75 juta. Keluarga kedua korban kini ditampung di kediaman kerabat terdekat.

Sementara pada Rabu (15/10/2014) pagi, warga bergotong-royong membersihkan lokasi kebakaran dari reruntuhan kebakaran. Pihak korban masih belum bisa dimintai keterangan, lantaran masih trauma.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan