Setelah Punya Taman, Padaran Jadi Kampung “Santri”

Jumat, 3 Juli 2015 | 18:31 WIB

kampung-santri

 

REMBANG, mataairradio.com – Desa Padaran Kecamatan Rembang kini memiliki julukan baru, yakni kampung santri. Kehadiran taman indah bernuansa hijau di timur desa itu menjadi salah satu pendorong julukan tersebut. Taman itu kini menjadi ajang bersantai warga, termasuk dari luar desa.

Zaenal Arifin, tokoh masyarakat desa itu menuturkan, mulanya kampung ini menerima program penataan lingkungan permukiman berbasis komunitas dari Kementerian Pekerjaan Umum. Dari program itu, desa kemudian berinisiatif membuat monumen berupa taman, sebagai manifestasi kampung santri.

“Waktu peresmian program PLPBK di Lasem belum lama ini, Padaran juga dikukuhkan sebagai kampung santri. Ada dokumentasinya juga kok. Dalam CD (cakram digital, red.),” katanya kepada mataairradio, Jumat (3/7/2015).

Julukan kampung santri, menurut Zaenal, bukan hanya karena kondisi sosial masyarakat yang banyak mengenyam pendidikan di pesantren. Tetapi santri ini juga singkatan dari slogan sehat, agamis, nyaman, tertib, rapi, dan indah.

Masyarakat ingin mengulang sejarah, dimana Padaran merupakan gudang santri. Bahkan menurut warga sekitar, Padaran ibarat serambi Mekkahnya Kota Rembang pada masa itu.

“Kami ingin agar Padaran menjadi sumber inspirasi bagi kampung lain soal semangat menuntut ilmu agama,” katanya.

Muslimah, warga Desa Padaran menyebutkan, kampungnya memang banyak santri. Mereka berguru di sejumlah pesantren yang tak hanya di Rembang, tapi juga di luar daerah seperti Malang, Kudus, dan Wonosobo.

“Umumnya mereka belajar di pesantren selama 2-3 tahun,” terangnya.

Setelah lulus, beberapa dari mereka mengamalkan ilmunya di desa seperti menjadi pengajar ilmu agama di madrasah atau musala setempat. Ada pula yang menjadi guru ngaji di luar daerah.

“Sebutan kampung santri menjadi semangat bagi warga agar selalu berbuat baik kepada sesama manusia,” ujarnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan