Setelah Penetapan, Per Calon Dikawal Dua Polisi

Senin, 24 Agustus 2015 | 19:25 WIB
Polres Rembang. (Foto:sitipol-rembang.com)

Polres Rembang. (Foto:sitipol-rembang.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Setelah ditetapkan sebagai pasangan calon kepala daerah oleh KPU Rembang, pihak kepolisian akan mengawal keamanan masing-masing dari kandidat.

Tiap calon, baik bupati maupun wakil bupati dikawal dua orang personel.

Menurut Kabag Ops Polres Rembang Komisaris Budi Suryanto, Senin (24/8/2015) pagi, dua orang personel polisi itu dikawalkan pada kegiatan dari calon yang bersangkutan selama masa kampanye mulai 27 Agustus sampai 5 Desember 2015.

“Kalau dikawal di kediaman, kami khawatir calon tidak berkenan. Soalnya, calon mesti menyediakan tempat,” katanya kepada mataairradio.

Dia juga mengatakan, selama proses pilkada, ada 636 orang polisi yang dilibatkan untuk pengamanan. Penempatan petugas di masing-masing tahapan, bergantung pada skala kerawanannya.

Misalnya, ketika pengundian nomor urut calon kepala daerah, ada 100 polisi yang ditempatkan, dan ketika penetapan calon hari ini (24/8/2015), ada 70 personel.

“Khusus untuk pengawalan kegiatan kampanye dari setiap calon, dua orang petugas polisi yang ditempatkan, bersifat tetap. Sprint-nya tetap, tidak ganti-ganti petugas,” tandasnya.

Polres Rembang menegaskan, pihaknya siap mengamankan Pilkada serentak tahun 2015.

Kapolres Rembang Ajun Komisaris Besar Winarto menambahkan, dalam rangkaian pengamanan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Rembang, Polres juga dibantu unsur TNI dan instansi terkait.

“Demi menjamin keamanan, kami juga akan menggelar Operasi Mantap Praja yang akan digelar pada sebelum, saat, dan pasca-Pilkada 9 Desember nanti,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan