Setahun Dilantik, Dewan Pendidikan Dikesankan Tanpa Capaian

Sabtu, 23 Februari 2019 | 14:19 WIB

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Rembang, Ahmad Sururi. (Foto: mataairradio.com)

 

 

REMBANG, mataairradio.com – Setahun setelah dilantik tepatnya pada 20 Oktober 2017 lalu, kinerja Dewan Pendidikan Kabupaten Rembang dipertanyakan. Pasalnya selama ini belum ada terobosan yang berarti bagi peningkatan pendidikan di Rembang.

Ketua Dewan Pendidikan Rembang Ahmad Sururi menampik tudingan terkait kinerjanya yang kurang maksimal, menurutnya selama ini dewan pendidikan selalu hadir dalam isu-isu pendidikan misalnya pengawalan kasus Sale terkait tindak asusila salah seorang oknum guru, kasus pungutan liar pada salah satu sekolahan, dan beberapa hal lain.

Capaian terakhir yang masih dalam proses adalah memperjuangkan pendidikan agama dan juga madrasah diniyah untuk diwajibkan di Rembang, bahkan sudah pernah studi banding ke Kabupaten Pasuruhan, tinggal mengusulkan untuk dijadikan peraturan daerah (Perda) dan juga peraturan bupati (Perbub).

Selama ini memang pihaknya terkesan tidak ada capaian karena memang tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Dewan Pendidikan adalah sebagai jembatan antara masyarakat dengan pihak-pihak terkait dalam rangka memajukan dan meningkatkan pendidikan di Rembang.

“Memang dewan pendidikan kurang familiar di mata masyarakat, tapi kami tetap bekerja secara maksimal Mas” ujarnya.

Sururi menyatakan bahwa personel yang aktif di Dewan Pendidikan merupakan tokoh-tokoh di Rembang yang sadar dan peduli dengan pendidikan. Mereka merupakan utusan atau kader terbaik dari organisasi masyarakat (Ormas) di Rembang.

Ada sebelas tokoh yang berada di Dewan Pendidikan diantaranya Ahmad Kholid Suyono (Riyadhotut Tholabah), Jumanto (PGRI), Ahmad Sururi (FKGT), Ahmad Atabik (NU Lasem), Moch. Noor Hasan (LP Maarif Lasem), Muh Adibulinuha (Pemuda Muhammadiyah),

Kemudian Moh. Sugihariyadi (FPBI), Rita Masniyah (Aisiyah), Syafi’I (YSPIS), Sumardi (Pergunu) dan Totok Suparyanto (Badko TPQ).

Sururi mengaku akhir-akhir ini memang personel Dewan Pendidikan banyak yang memiliki kesibukan luar biasa, ada yang jadi penyelenggara Pemilu, calon anggota legislatif (Caleg), dan juga fokus dalam lembaga pendidikannya. Sehingga beberapa kali rapat memang belum lengkap.

Namun pihaknya menyatakan bahwa tokoh-tokoh tersebut berkomitmen untuk mengawal pendidikan di Rembang.

“Kalau rapat tetap quorum Mas, tapi kurang lengkap. Kadang ada delapan kadang sembilan orang,” bebernya.

Ia berharap kehadirannya selaku mitra pendidikan, dapat meningkatkan mutu yang lebih baik. Utamanya dalam memberikan rekomendasi kepada bupati dalam pengambilan kebijakan, kontroling, supporting dan fungsi evaluasi.

 

 

Penulis: Mohamad Siroju Munir
Editor: Mohamad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan