Seribuan Lulusan SMP di Rembang tidak Lanjut Studi

Selasa, 21 Juni 2016 | 14:25 WIB
Ilustrasi (Foto: Arif Bahtiar)

Ilustrasi (Foto: Arif Bahtiar)

 

REMBANG, mataairradio.com – Seribuan lulusan SMP sederajat di Kabupaten Rembang tercatat tidak melanjutkan studinya ke jenjang pendidikan menengah atau SMA/SMK/MA, antara lain karena faktor tidak mampu secara ekonomi.

Hal tersebut terungkap dari tingkat angka partisipasi kasar (APK) tahun 2015 yang sebesar 77,36 persen, sehingga ada 22,64 persen siswa lulusan SMP sederajat yang tidak meneruskan sekolah.

Mengacu pada data lulusan per tahun yang rata-rata 5.000 siswa lebih, seperti jumlah lulusan SMP sederajat tahun ini yang sebanyak 5.930 siswa, maka siswa yang tidak melanjutkan studi sebanyak seribu lebih.

Meski mereka yang sempat tercatat tidak melanjutkan studi, bisa saja akhirnya meneruskan sekolah pada tahun-tahun berikutnya, tetapi capaian tingkat APK SMA sederajat, diakui masih perlu ditingkatkan.

Kepala Bidang Kurikulum pada Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang Mutaqin, Selasa (21/6/2016) siang mengatakan, secara perkembangan dari tahun ke tahun, ada perbaikan APK SMA sederajat.

Berdasarkan catatan pihaknya, APK SMA sederajat yang hanya 73,31 persen pada tahun 2014, meningkat sebesar 4,05 persen pada 2015 menjadi 77,36 persen, sehingga pada tahun ajaran 2016/2017, diperkirakan terjadi kenaikan lagi angka partisipasi kasar.

“Kalau lihat tren SMP/MTs yang melanjutkan ke SMA/SMK/MA, sudah ada peningkatan. Namun bagaimana pun juga, kami harus meningkatkan lagi APK melalui program pemerintah yang mendukung seperti Program Indonesia Pintar (PIP),” terangnya.

Mutaqin juga mengatakan, guna mendongkrak APK, beberapa langkah lain juga dilakukan pemerintah, antara lain dengan meningkatkan dana BOS yang tahun lalu per siswa Rp1,2 juta per tahun, tahun ajaran baru nanti menjadi Rp1,4 juta per tahun.

Selain itu, upaya meningkatkan angka partisipasi kasar SMA sederajat, juga dilakukan dengan tidak membatasi jumlah penerimaan peserta didik di sekolah-sekolah di pinggiran.

“Untuk sekolah di pinggiran, selagi daya tampungnya masih muat, silakan diterima. Tidak perlu melakukan seleksi apapun, seperti akademik dan lain sebagainya guna memacu laju APK,” tegasnya.

Mengenai kuota 10 persen bagi peserta didik baru dari luar Kabupaten Rembang, menurutnya, tidak berlaku kaku, karena pada sekolah tertentu di perbatasan seperti Sale, Sarang, dan Kragan, diperbolehkan melebihi jatah tersebut, asalkan kapasitasnya masih muat.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan