Sepi Order, Produsen Dompet Kajar Terpuruk

Jumat, 5 Februari 2016 | 19:55 WIB
Produsen dompet Sam-Zain, Samsudin ketika menunjukkan pabrik dan para pekerjanya, Jumat (5/2/2016). Usahanya sedang terpuruk oleh sepinya order dompet di berbagai daerah. (Foto: Mukhammad Fadlil)

Produsen dompet Sam-Zain, Samsudin ketika menunjukkan pabrik dan para pekerjanya, Jumat (5/2/2016). Usahanya sedang terpuruk oleh sepinya order dompet di berbagai daerah. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

LASEM, mataairradio.com – Industri dompet hasil produksi warga di bilangan Jalan Kajar wilayah Desa Selopuro Kecamatan Lasem sedang terpuruk.

Order dari berbagai daerah seperti Kalimantan dan Sulawesi sepi, sehingga industrinya nyaris gulung tikar.

Samsudin, produsen dompet merek Sam-Zain mengungkapkan, pasar dompet sedang sepi sejak Desember 2014.

“1500 lusin dompet hasil produksi per bulan yang biasanya habis dalam waktu yang sama, kini paling banter laku 20 persen saja,” keluhnya kepada reporter mataairradio.

Saking sepinya, Samsudin bahkan sampai menutup showroomnya di Makasar sekaligus merumahkan seluruh pegawainya. Ia mengaku tidak tahu penyebab sepinya order.

“Yang jelas tingkat permintaan dari para pelanggan merosot drastis,” tandasnya.

Samsudin juga mengungkapkan, sejak merintis usaha produksi dompet tahun 1994, order tidak pernah sesepi setahun terakhir ini. Dompet merek Sam-Zain selama ini diminati konsumen di luar Pulau Jawa.

“Pangsa pasar Luar Jawa tembus 60 persen, sedangkan pasar di Pulau Jawa sekitar 40 persen,” urainya.

Ia mengakui, tingkat order pada saat ini lebih baik, jika dibandingkan Desember 2014. Tepatnya, sejak Mei 2015, terjadi peningkatan order, tapi tipis.

“Jika sebelum Desember 2014, omzetnya mencapai Rp300 juta per bulan. Sampai Jumat (5/2/2016), omzet Rp100 juta saja, kerap kali tidak tembus,” terangnya.

Soal pasokan bahan baku, ia menegaskan tidak ada masalah. Pemasok dari Jakarta dan Surabaya, sejauh ini masih lancar mengirim bahan baku ke pabriknya.

“Hubungan dengan suplier bahan baku itu kami jalin secara kerjasama, sehingga tidak harus langsung membayar di muka,” imbuhnya.

Endang, pedagang tas dan dompet di Pasar Lasem membenarkan bahwa saat ini minat untuk membeli barang-barang tersebut sepi. Pengunjung pasar justru lebih banyak belanja kebutuhan pokok.

“Apalagi sekarang baru musim tanam, sehingga masyarakat cenderung menghemat uang untuk belanja kebutuhan yang tidak pokok,” ucapnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan