Seorang ABK Arta Mina Barokah Tewas Di Lautan

Selasa, 31 Juli 2018 | 15:44 WIB

Jasad Darman, korban ABK tewas dilaut akibat sakit karena mabuk laut saat tiba di TPI Tasikagung Rembang pada Selasa (31/7/2018) pagi sekitar pukul 07.00 WIB, dengan menggunakan KM Arta Mina Barokah. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Seorang awak KM Arta Mina Barokah dilaporkan tewas di laut di sekitar utara Perairan Pulau Bawean wilayah Gresik, Jawa Timur pada Senin (30/7/2018) sekitar pukul 06.00 WIB.

Korban adalah Darman warga Pati Desa Ngening Kecamatan Juwana. Awalnya pria berusia 50 tahun ini mengalami sakit pada Minggu (29/7/2018) sore, karena kapal masih dalam proses mencari ikan, maka Darman tidak segera diantar pulang.

Menurut keterangan Komandan Pos Angkatan Laut Rembang Lettu Hartono, korban meninggal dunia diduga karena mabuk laut, sebab sebelumnya korban tidak memiliki riwayat penyakit apa pun.

“Saat itu kondisi gelombang laut di sekitar utara Perairan Pulau Bawean sedang tinggi, sehingga memperparah kondisi fisik darman. Kondisi gelombang yang tinggi sangat bahaya bagi nelayan berusia di atas 50 tahun,” ujarnya.

Dari kejadian kecelakaan laut kali ini, Komandan Pos Angkatan Laut Rembang akan meminta kepada otoritas yang mengeluarkan perizinan pelayaran supaya tidak memberikan izin melaut bagi anak buah kapal yang usianya di atas 50 tahun.

Dia menyebutkan, di Rembang rata-rata satu kapal perikanan terdapat lima ABK yang usianya sudah tua, di atas 50 tahun.

“Sebaiknya nelayan yang sudah berusia di atas 50 tahun beralih profesi di darat. Usia di atas 50 tahun itu sangat berbahaya jika masih dipakai beraktivitas di tengah laut,” pungkasnya.

Jasad korban tiba di TPI Tasikagung Rembang pada Selasa (31/7/2018) pagi sekitar pukul 07.00 WIB, dengan menggunakan KM Arta Mina Barokah.

Berdasarkan informasi yang didapat mataairradio.com dari Pos TNI Angkatan Laut Rembang, pihak keluarga menolak jasad korban diautopsi.

Jenazah langsung dibawa pulang ke rumah duka di Desa Ngening Kecamatan Juwana-Pati.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

 

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan