Semua Calhaj Tertinggal Rembang Sudah Terbang ke Madinah

Senin, 31 Agustus 2015 | 14:54 WIB
Asrama Haji Donohudan Boyolali. (Foto: wikimedia.org)

Asrama Haji Donohudan Boyolali. (Foto: wikimedia.org)

 
REMBANG, mataairradio.com – Semua calon haji (calhaj) asal Rembang yang sebelumnya tertinggal karena sakit atau visanya belum jadi, akhirnya sudah bisa diberangkatkan ke Madinah pada Minggu (30/8/2015) malam.

Menurut Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh pada Kementerian Agama Rembang Shalehudin, delapan calhaj yang sempat tertinggal ditampung di Kloter 24 dan 26 asal Bantul, DIY.

“Dua orang ikut Kloter 24 dan enam orang ikut Kloter 26. Yang Kloter 24 berangkat (ke Madinah) Minggu (30/8/2015) pagi, yang 26-nya berangkat pada Minggu (30/8/2015) malam,” ungkapnya kepada mataairradio.

Dia menyebutkan, dua orang calon haji yang bergabung di Kloter 24 adalah Rusmi dan Ngarpani, pasangan suami-istri dari Dresi Kulon-Kaliori.

“Enam calon haji lainnya, ditampung semua di Kloter 26. Seluruh jemaah calon haji yang semestinya di Kloter 26, digeser ke Kloter 35. Sementara yang 35 diundur ke Kloter 74,” terangnya.

Shalehudin yang dihubungi oleh mataairradio pada Senin (31/8/2015) pagi mengungkapkan, sebelum berangkat, mereka yang sebelumnya tertinggal karena sakit, tampak sudah sehat.

“Jika tidak ada kendala, para calon haji kita yang sempat tertinggal, sudah tiba di Arab Saudi pagi ini,” jelasnya.

Setelah total 723 orang calon haji asal Rembang tiba di Tanah Suci, Shalehudin mengaku tinggal memantau kondisi masing-masing dari mereka lewat ketua kloter.

“Sejauh ini, ada satu orang calon haji di Kloter 17 yang dikabarkan sakit. Namun tidak sampai dirawat di rumah sakit, tetapi cukup di maktab,” bebernya.

Sebelumnya diberitakan, delapan calon haji asal Rembang tertunda berangkat ke Madinah. Satu karena visanya belum jadi dan tiga karena sakit.

Adapun 4 lainnya tertunda berangkat karena harus menunggui istri atau suami mereka, yang sakit atau yang visanya belum jadi.

Jemaah calon haji Rembang berangkat secara bergelombang dalam tiga kelompok terbang, yaitu Kloter 16, 17, dan 18.

Mereka yang di Kloter 16 diberangkatkan dari Rembang pada 26 Agustus lalu. Sedangkan Kloter 17 dan 18 diberangkatkan menuju Embarkasi Donohudan Boyolali pada sehari setelahnya.

 
Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan