PT Semen Indonesia Teruskan Pembangunan Pabrik di Rembang

Rabu, 23 Juli 2014 | 16:49 WIB
Road map pembangunan pabrik semen di Rembang. (Foto:Pujianto)

Road map pembangunan pabrik semen di Rembang yang disampaikan oleh PT Semen Indonesia. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – PT Semen Indonesia akan meneruskan pembangunan pabrik semen dan rencana penambangan batu gamping di Kabupaten Rembang. Namun mereka siap dihentikan, jika ada kesalahan secara legal berupa pelanggaran aturan. Ada 35 persyaratan yang sudah dipenuhi perusahaan milik Negara ini.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia Agung Wiharto menjelaskan, pertemuan antar-berbagai pemegang kebijakan di Kantor Gubernur Jateng pada 7 Juli lalu, masih belum final alias akan berlanjut. Pihaknya berjanji terbuka dan mengedepankan sikap saling menghormati terhadap ketidaksetujuan.

Pembangunan pabrik semen di Rembang ditempuh untuk memenuhi kebutuhan semen dalam negeri. Pendekatan keilmuwan dan sosial, menurut Agung, telah dilakukan dengan upaya meminimalkan risiko. Soal warga yang masih menentang, pihaknya akan sabar dan melakukan pendekatan terbaik.

Seperti diketahui, pertemuan 7 Juli lalu, antara lain membahas larangan dari Badan Geologi terhadap penambangan pabrik semen di daerah cekungan air tanah atau CAT Watuputih. Sementara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral memutuskan Rembang tidak termasuk dalam kawasan karst lindung.

PT Semen Indonesia mengakui, adanya gua basah dan mata air yang berada di cekungan air tanah Watuputih. Namun penambangan batu gamping bakal dilakukan secara aman dengan tidak mengganggu keduanya. Bahkan pada jarak 500 meter dari titik gua basah dan mata air itu pun, penambangan dihindari.

Agung menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk hanya menggarap penambangan di 800 hektare dari 1.400 hektare yang dibutuhkan karena menghindari gua basah dan mata air. Gangguan pasokan air yang ditakutkan akibat penambangan batu gamping diklaim telah didesain dan diantisipasi terbaik.

Pembangunan pabrik semen di Kabupaten Rembang merupakan amanat rapat umum pemegang saham perseroan tanggal 26 Juni 2012. Semen Indonesia di Kabupaten Rembang akan menginvestasikan sekitar Rp4,2 Triliun untuk pabrik semen berkapasitas tiga juta ton per tahun.

Menurut PT Semen Indonesia, dari 28 gua di wilayah cekungan air tanah watu putih, enam di antaranya merupakan gua basah yakni Gua Srawang, Waru, Codot, Rambut, Pajangan, dan Sugeng. Namun gua basah tersebut diklaim berada jauh dari lokasi rencana penambangan batu gamping.

Hingga Rabu (23/7) ini, warga yang menentang pendirian pabrik semen dan rencana penambangan batu gamping di Kabupaten Rembang, masih bertahan di tenda. Terhitung sejak 16 Juni lalu, aksi tersebut dilakukan untuk menolak pembangunan pabrik yang dikhawatirkan merusak lingkungan, terutama sumber air. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan