Warga Digegerkan Semburan Asap dan Lumpur di Langkir

Rabu, 5 Februari 2014 | 15:32 WIB
Seorang tentara memastikan tidak adanya lagi semburan asap dan lumpur di kawasan menara telekomunikasi di Desa Langkir Kecamatan Pancur, Rabu ( 5 2) pagi. (Foto:Puji)

Seorang tentara memastikan tidak adanya lagi semburan asap dan lumpur di kawasan menara telekomunikasi di Desa Langkir Kecamatan Pancur, Rabu ( 5 2) pagi. (Foto:Puji)

PANCUR, MataAirRadio.net – Semburan asap disertai lumpur mendidih menggegerkan warga Desa Punggurharjo dan Langkir Kecamatan Pancur pada Selasa (4/2) petang kemarin. Peristiwa itu terjadi di kawasan menara telekomunikasi yang berdiri di atas tanah turut Desa Langkir, namun dimiliki oleh Supriyanto, warga RT 1 RW 1 Desa Punggurharjo.

Warga mengaku sempat panik karena menduga semburan akan menjelma seperti semburan lumpur lapindo di Porong, Sidoarjo. Warga juga khawatir kejadian itu akan berdampak pada meledaknya perangkat listrik di tower yang tertera milik operator telekomunikasi Telkomsel.

Hermin, seorang pramuniaga Toko Amanah yang berada tepat di sebelah tower itu menuturkan, awalnya dia melihat asap di areal dalam menara pada Sabtu (1/2) lalu. Ketika itu, dia hanya menduga mesin pada perangkat tower sedang panas.

Namun Selasa (4/1) pagi kemarin, kepulan asap berpindah menjadi di areal luar, namun menempel pada pagar pembatas tower. Mendapati semburan asap menjadi membubung tinggi disertai lumpur yang mendidih, warga segera menghubungi aparat terkait.

Kepala Kepolisian Sektor Pancur AKP Suwardi membenarkan, kepulan asap sempat diketahui kali pertama oleh warga pada Sabtu (1/2) lalu, namun menjadi membubung tinggi pada Selasa (4/2) kemarin. Sebelum ini pun, ada pula warga yang mengaku pernah menjumpai asap, tapi timbul dan tiada dengan sendirinya, diduga karena faktor cuaca.

Pada kejadian kemarin (4/2), warga juga sempat menginformasikan kepada polisi bahwa asap yang mengepul berbau belerang. Namun usai dicek, polisi memastikan bukan bau sulfur. Polisi juga lantas menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). BPBD menduga, ada korsleting di perangkat menara Telkomsel.

PLN yang datang sekitar jam sepuluh malam mencoba menangani semburan dengan cara memutus setrum yang mengalir ke tower. Hasilnya hingga Rabu (5/2) pagi, semburan dan kepulan asap serta suara mendesis dari dalam tanah sudah tidak ada lagi. Kesimpulan polisi untuk sementara, semburan asap dan lumpur dipicu korsleting pada jaringan kabel bawah tanah dari tower.

Kapolsek menambahkan, kepanikan warga bisa dimaklumi. Sebab pada era 1990-an, pihak Pertamina sempat melakukan eksplorasi untuk mendeteksi kemungkinan cadangan minyak di lokasi dekat persawahan Desa Langkir. Meski demikian, dari kejadian ini, pihaknya meminta kepada warga agar tidak mudah menyimpulkan sesuatu dan tidak tergesa-gesa menyiarkan informasi yang belum tentu kebenarannya. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan