Sembako Naik, Pedagang Lontong Tuyuhan Tetap Tersenyum

Kamis, 31 Desember 2015 | 19:07 WIB
Situasi tingkat kunjungan di sentra penjualan lontong tuyuhan di Desa Tuyuhan Kecamatan Pancur, baru-baru ini. (Foto: Mukhammad Fadlil)

Situasi tingkat kunjungan di sentra penjualan lontong tuyuhan di Desa Tuyuhan Kecamatan Pancur, baru-baru ini. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

PANCUR, mataairradio.com – Meski harga kebutuhan pokok terus merangkak naik, namun sejumlah pedagang lontong tuyuhan di Desa Tuyuhan Kecamatan Pancur masih tetap tersenyum.

Hal itu lantaran di musim libur tahun ini, jumlah pembeli lontong tuyuhan meningkat tajam.

Katmin, salah satu pedagang di sentra penjualan lontong tuyuhan menuturkan, sejak sebelum perayaan Natal, tingkat penjualan mencapai lebih dari 100 porsi per hari.

Total, ia mengaku menghabiskan 30 ekor ayam kampung selama sepekan. Padahal harga ayam kini Rp45.000 per ekor.

“Harga sembako memang hampir semuanya naik, tapi alhamdulillah banyak pembeli, jadi tidak terlalu bermasalah bagi kami. Sejak liburan ini kami melayani banyak pembeli. Sehari bisa lebih dari 100 porsi,” terangnya.

Wawan, pedagang lainnya di sentra yang sama pun mengaku, semenjak musim libur ini, tingkat pembeli meningkat dua kali lipat.

Ia menyebutkan, pada hari-hari biasa, hanya habis 6-7 ekor ayam per hari, tetapi di musim libur ini, bisa sampai 12-15 ekor.

“Tingkat pembeli naik dua kali lipat lah. Kami belanja ayam lebih banyak dari biasanya. Bisa sampai 15 ekor sekarang. Sebelum masa liburan, paling cuma 6 sampai 7 ekor saja,” tandasnya.

Atas kenaikan harga hampir semua kebutuhan pokok di pasaran termasuk cabai merah, Wawan mengaku tidak menaikkan harga.

Pasalnya, harga per porsi lontong tuyuhan yang Rp10.000 per porsi sudah menjadi kesepakatan.

“Iya memang sembako naik. Harga ayam juga naik. Tapi kalau kita naikkan harga jual, khawatir jadi sepi pembelinya. Ini harganya tetap Rp10.000 per porsi. Ini sudah kesepakatan,” tegasnya.

Ansori, salah satu pembeli dari Dukuh Kembang Desa Sumbangrejo Kecamatan Pamotan mengaku mampir makan di sentra lontong tuyuhan usai berkunjung ke kediaman keluarganya di Lasem.

“Saat musim libur, sentra penjualan lontong tuyuhan sering terlihat ramai,” ujarnya.

Namun dari pantauan reporter mataairradio, Kamis (31/12/2015) siang, kebanyakan pembeli masih merupakan warga lokal Kabupaten Rembang.

Itu dilihat dari plat nomor kendaraan pembeli yang terparkir di depan sentra penjualan.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan