Sekolah Diminta Perketat Pengawasan Ponsel Siswa

Selasa, 28 Oktober 2014 | 17:50 WIB
Ilustrasi (Foto:rpan.blogdetik.com)

Ilustrasi (Foto:rpan.blogdetik.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak sekolah di Kabupaten Rembang diminta untuk memperketat pengawasan terhadap penggunaan telepon seluler atau ponsel oleh siswa. Pengawasan yang dimaksud bisa berupa razia intensif oleh guru.

Saran ini terungkap pada saat pertemuan antara tim dari Komisi D DPRD Kabupaten Rembang dengan Dinas Pendidikan di kantor dinas setempat, Selasa (28/10/2014) pagi. Rekomendasi tersebut juga berkaitan dengan maraknya kasus kekerasan dan asusila terhadap anak di kabupaten ini, belakangan.

“Melalui Dinas Pendidikan, kami mau ada tindakan yang riil melalui sekolah, untuk menekan kasus asusila terhadap anak sebagai korban atau pun sebagai pelaku. Perlu razia berkala terhadap penggunaan ponsel oleh siswa. Kalau perlu dilarang,” kata Ketua Komisi D DPRD Rembang Henry Purwoko.

Menurutnya, konten di ponsel siswa, perlu dipastikan bebas dari gambar atau video berbau porno. Jika guru atau pihak sekolah menemui terlalu banyak gambar atau video porno di ponsel siswa, murid yang bersangkutan bisa ditangani oleh seorang psikolog, atau tidak asal main hukuman.

“Kerja Dinas Pendidikan perlu dilakukan secara simultan atau bersama-sama dengan BPMPKB (Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana) dan Polres Rembang. Bisa dalam hal pendampingan psikologi anak di sekolah. Jangan terbatas pada sosialisasi saja,” tandasnya.

Agar upaya menekan tingkat kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, terutama di kalangan pelajar, pihaknya meminta kepada pihak sekolah untuk menyusun jadwal pertemuan rutin dengan pihak orang tua siswa untuk koordinasi tentang perkembangan siswa di sekolah dan di rumah.

“Sekolah atau orang tua bisa saja tidak tahu mengenai kondisi terkini anak. Hasil pertemuan antar-kedua pihak ini, diharapkan bisa jadi alat kontrol paling awal untuk melakukan sesuatu terhadap anak,” katanya.

Menanggapi pernyataan Komisi D DPRD Rembang, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Noor Effendi mengatakan akan lebih dulu koordinasi dengan satuan di bawahnya, UPT Dinas Pendidikan dan sekolah.

“Prinsipnya kami juga tidak mau, tingkat kekerasan terhadap anak, terus ada dan tinggi. Namun soal rekomendasi dari DPRD, kami harus bicara dulu ke UPT dan sekolah. Perlu ada kesepahaman agar ketika sebuah langkah diterapkan akan menjadi efektif,” tandasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan