Sekolah di Rembang Boleh Angkat Guru Bantu

Senin, 25 Mei 2015 | 17:39 WIB
Plt Kepala Dinas Pendidikan Rembang Noor Effendi. (Foto: mataairradio.com)

Plt Kepala Dinas Pendidikan Rembang Noor Effendi. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sekolah di Kabupaten Rembang diperbolehkan mengangkat guru bantu. Hal itu apabila sekolah kekurangan guru atau ada jam mengajar yang kurang, sedangkan kemampuan anggarannya memenuhi.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Rembang Noor Effendi mengatakan, guru bantu itu tidak merupakan honorer Pemkab, tetapi honorer sekolah.

“Pengisian guru menjadi kewenangan sekolah dan tidak ada kaitannya dengan jenjang karier menjadi calon PNS,” ujarnya kepada mataairradio, Senin (25/5/2015) siang.

Terhadap kasus pengangkatan guru “outsourcing” di SMK Negeri 1 Rembang, Noor Effendi menyebut hal itu tidak masalah, selagi sudah ada komunikasi dengan komite sekolah.

“Apalagi, pengisian dilakukan untuk guru produktif atau praktek, yang selama ini relatif susah dicari,” katanya.

Sementara itu tentang pengisian guru yang dilakukan tanpa didahului dengan pengumuman, Noor Effendi mengaku bisa memaklumi.

“Sebab, pengisian itu bukan rekrutmen, yang biasanya disertai dengan wawancara dan negosiasi gaji serta fasilitas lainnya,” terangnya.

Dia menegaskan, pengangkatan guru bantu, bersifat insidentil. Kadang, kebutuhannya mendadak. Misalnya karena ada guru yang harus cuti lantaran sedang bersalin.

“Jika tidak dilakukan pengisian, maka sekolah bisa meminjam guru dari sekolah lain yang memungkinkan,” jelasnya.

Baginya, pengangkatan guru bantu tidak menjadi soal, karena honornya tidak seberapa.

Lagi pula, di tingkat SD, dana bantuan operasional sekolah atau BOS mengalokasi pos untuk membayar guru yang demikian.

“Kalau SD, ada bagian kecil dana BOS yang bisa dipakai untuk membayar guru honorer. Tetapi yang SMK/SMA, ya mesti atas kesepakatan dengan komite sekolah.

Prinsipnya, selagi tidak membebani sekolah dan dikomunikasikan dengan komite, pengisian guru bisa ditempuh,” tegasnya.

Noor Effendi menambahkan, banyak sekolah di Rembang yang mengangkat guru bantu. Umumnya adalah sekolah yang terpencil, dan khususnya sekolah kejuruan.

“Di SMK Negeri Gunem misalnya, hanya kepala sekolahnya saja yang PNS. Selebihnya, hampir semuanya honorer sekolah,” imbuhnya.

Jika pengangkatan guru bantu sama sekali tidak boleh dilakukan, maka siswa tidak akan mendapat pelayanan belajar yang baik. Dia mengakui di Rembang kekurangan guru.

Namun berapa kekurangannya, Noor Effendi belum bisa menyebutkan. Yang jelas, saat ini jumlah guru PNS di Rembang 5.000 orang.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan