Sejumlah Mahasiswa di Papua Geruduk Ganjar Pranowo

Senin, 4 Oktober 2021 | 00:08 WIB

Sejumlah aktivis mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan saat bertemu Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di sebuah hotel di Jayapura, pada Ahad (3/10/2021). (Foto: mataairradio.com)

 

PAPUA, mataairradio.com – Sejumlah aktivis mahasiswa yang tergabung dalam berbagai organisasi kemahasiswaan menggeruduk Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah, pada Ahad (3/10/2021) di sebuah hotel di Jayapura.

Masing-masing mereka mengaku berasal dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Cenderawasih.

Lalu ada juga yang mengaku dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), serta Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).

Saat ketemu Ganjar, Mahfud selaku Ketua PMII Jayapura mengatakan, Papua adalah miniatur Indonesia. Ia sendiri keturunan madura yang tinggal di Papua.

“Kami ini simbol miniatur NKRI, meskipun kami berbeda tapi perbedaan suku ras agama tidak membuat kami terpecah belah,” tegasnya.

Sedangkan, Ricky Bofra yang Ketua GMNI Jayapura sengaja menemui Ganjar untuk diskusi.

Menurutnya Ganjar adalah salah satu pemimpin yang disukai karena kedekatannya dengan rakyat serta prestasinya.

Tak hanya membangun Jateng, Ganjar dinilainya banyak menginspirasi para kaum muda di seantero negeri.

“Ketika datang ke sini, ini momentum bagi kami berjumpa dan sharing ide, masukan dan gagasan dari beliau pada kami untuk membangun Jayapura ini,” jelasnya.

Ricky pun mengapreasiasi ide Ganjar untuk membentuk desa kembar antara Jateng dan Papua. Ia berharap persaudaraan Jateng dan Papua terus berlanjut untuk Indonesia.

” Kami teman-teman di Jayapura dan bersama saudara kita di Jawa Tengah, kami tetap bersaudara, salam satu Indonesia,” katanya.

Pada kesempatan itu, Ganjar memberi masukan kepada para aktivis mahasiswa.

Aktivis yang biasanya hanya bicara soal politik, diajaknya untuk masuk ke wilayah kreatif dan konkret dalam membantu masyarakat.

Di tengah situasi pandemi, Ganjar mengatakan, banyak hal yang bisa dilakukan para aktivis mahasiswa.

Misalnya membantu persoalan kesehatan, ekonomi, pendidikan, sosial, budaya dan lainnya.

Aktivis mahasiswa juga Ganjar minta untuk membantu meningkatkan ekonomi kreatif Papua yang dinilai sangat bagus.

“Meski kecil, tapi apa yang dilakukan kawan-kawan ini mesti solutif. Tidak perlu hal besar, kecil tidak apa-apa yang penting bermanfaat. Bisa mengembangkan ekonomi kreatif di sini, peningkatan pariwisata dan lainnya,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ganjar menawarkan program desa kembar antara Jateng dengan Papua. Program itu ia minta dikawal oleh para aktivis mahasiswa agar bisa berjalan.

 

 

Penulis: Mukhammad Fadlil

Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan