Sejumlah Kelompok Tani di Rembang Dibantu Puluhan Alsintan

Rabu, 8 September 2021 | 16:36 WIB

Plt. Kepala Dintanpan Rembang Agus Iwan Haswanto saat diwawancarai awak-media seusai kegiatan penyerahan bantuan Alsintan, di halaman kantor setempat, pada Rabu (8/9/2021) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) menyalurkan sebanyak 53 alat dan mesin pertanian atau Alsintan, pada Rabu (8/9/2021) pagi, di Halaman Kantor Dintanpan setempat.

Penyerahan bantuan berupa teknologi pertanian itu diberikan secara langsung oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz dan Ketua DPRD setempat Supadi kepada para kelompok tani penerima bantuan.

Hafidz mengatakan, bantuan berupa ragam jenis Alsintan, dalam rangka upaya menyejahterakan para petani di Kabupaten Rembang. Dirinya menegaskan, tidak ada pungutan biaya apa pun dalam penyaluran bantuan Alsintan bagi para kelompok tani.

“Ini ada bantuan mesin pertanian kepada kelompok tani. Semuanya itu karena untuk menyejahterakan petani kita. saya tegaskan pemerintah tidak akan ada pungutan. Kalau hanya sekedar misalnya; ngasih rokok monggo saja, tetapi tidak ada yang namanya jual-beli bantuan,” katanya.

Hafidz mengungkapkan, bahwa masih terdapat banyak kasus di lapangan, bantuan alat-alat pertanian dikuasai oleh oknum ketua kelompok taninya. Maka dari itu, hingga kini pihaknya perlu untuk melakukan penelusuran.

“Masih banyak di lapangan itu alat-alat dikuasai ketua kelompoknya (Kelompok Tani, red.). Disinyalir, katanya; ketua kelompok itu nebus, nah nebus ke siapa kan tanda-tanya. Ini yang masih kita telusuri,” pungkasnya.

Plt Kepala Dintanpan Rembang, Agus Iwan Haswanto berharap, supaya kelompok tani yang menerima bantuan dapat melakukan pengelolaan barang bantuan dengan baik. Dengan begitu, maka daya produksi sektor pertanian di kabupaten ini dapat meningkat.

Pihaknya akan memantau sekaligus mengevaluasi atas program bantuan Alsintan yang sudah didistribusikan bagi Kelompok Tani. Apabila, ada tata kelola barang bantuan yang kurang bagus oleh kelompok tani tertentu, maka akan diali- dayakan untuk kelompok tani yang lain.

“Harapannya alat pertanian itu dikelola dengan baik. Ketika dikelola dengan baik, tentu bisa untuk meningkatkan produksi pertanian. Pak Bupati minta supaya selalu dimonitor dan dievaluasi. Terhadap alat-alat yang kurang optimal, mungkin bisa diberdayakan untuk kelompok lain,” tandasnya.

Winarto salah satu anggota Kelompok Tani “Rahayu” Desa Seren, Kecamatan Sulang menerangkan, pihaknya menerima bantuan Alsintan berupa traktor roda empat. Dia mengaku, sudah dua kali ini mendapat bantuan Alsintan. Sebelumnya, menerima bantuan traktor tangan roda dua.

Dirinya juga mengaku, selama dalam pengajuan bantuan mesin pertanian, pihaknya tidak dipungut biasa sama sekali. Dari mulai pengajuan proposal hingga acc, gratis tidak ada membayar.

“Dapat traktor roda empat, dulu traktor yang roda dua. Tidak bayar sama sekali, ini proposalnya saya bawa. Luas lahan kami untuk perkebunan 160 hektare dan sawah 80 hektare. Kelompok kami sendiri ada 70 orang anggota,” tuturnya.

Sementara itu, data dari Dintanpan Rembang tahun 2021 ini pihaknya mendistribusikan berbagai macam jenis bantuan Alsintan dari APBN, total semuanya ada 53 unit.

Perinciannya, traktor roda empat sebanyak tiga unit, sedangkan traktor tangan atau roda dua ada 15 unit. Lalu, ada mesin perontok padi empat unit dan mesin pemipil jagung tiga unit. Kemudian, ada lagi mesin pompa air 24 unit dan Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) ada empat unit.

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




One comment
  1. Ishlahuddin

    September 10, 2021 at 7:33 am

    Ditempat saya bantuan alutsistan hanya dikuasai orang-orang tertentu,bahkan paling parah bila ada isu bantuan tersebut dijual oleh ketua kelompok tani,jangan harap walau adanya bantuan alutsistan bisa mendongkrak produksi pertaniaan,adakan audit independent untuk semua kelompok tani,dari aset dan pengelolaan bantuan alutsistan

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan