Sejumlah ASN Non Muslim di Pemprov Jateng ikut Berpakaian Khas Santri saat Ngantor

Jumat, 22 Oktober 2021 | 20:52 WIB

Salah satu ASN Non Muslim, Antonius Tri Puji Haryoko, Kasubag Program Dinperindag Jateng ikut mengenakan busana ciri khas santri saat ngantor, Jumat (22/10/2021). (Foto: mataairradio.com)

SEMARANG, mataairradio.com – Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah tentang kewajiban memakai pakaian ala santri saat peringatan Hari Santri ternyata tidak hanya diikuti oleh ASN yang muslim. Sejumlah ASN non muslim di lingkungan Pemprov Jateng juga ngantor dengan berpakaian santri.

Seperti Sukmono Adi misalnya, Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Tugurejo itu tampil percaya diri memakai pakaian santri. Meskipun, Sukmono adalah seorang ASN beragama Kristen Protestan.

Pagi ini, Sukmono berangkat ke kantor mengenakan baju koko berwarna putih dan celana panjang kain.

Ia tampak gagah dengan peci hitam yang dipakainya.

“Meskipun saya Kristen Protestan, tapi hari ini saya bangga mengenakan baju koko dan berpeci. Karena ini Hari Santri Nasional. Saya menghormati para santri dan dedikasi mereka dalam pergerakan kemerdekaan Republik Indonesia,” katanya ditemui di kantornya, Jumat (22/10).

Selain sebagai bentuk penghormatan para santri yang telah berjuang melawan penjajah, Sukmono menilai penggunaan pakaian santri hari ini bentuk toleransi antar umat beragama.

Meski ASN non muslim tidak diwajibkan, namun Sukmono tetap bangga mengenakannya.

“Ini bagian dari toleransi beragama. Jadi untuk saya, saya tidak mempermasalahkan. Bahwa penggunaan atribun bukan menjadi sesuatu yang diharamkan. Tapi ini sesuatu yang bernilai toleransi,” pungkasnya.

Ada juga ASN non muslim lain yang mengenakan busana ala santri ketika ngantor.

Yakni Antonius Tri Puji Haryoko, Kasubag Program Dinperindag Jateng dan Subroto Budi Utomo, Kasi Pengamanan Persandian dan Informasi.

Demi ikut menyemarakkan Hari Santri, Antonius yang beragama Katolik dan Subroto yang seorang Kristiani tampil dengan pakaian ciri khas santri.

Antonius memakai koko putih, celana panjang dan peci hitam. Sedangkan Subroto lebih lengkap lagi, mengenakan kemeja batik, peci, dan memakai sarung.

“Hari ini kami menggunakan baju santri karena hari ini pemerintah menetapkan sebagai Hari Santri Nasional. Tentunya, kami bersama teman-teman ASN lain ingin menyemarakkan,” ujar Antonius.

“Karena ini adalah Hari Santri Nasional dan juga salah satu bentuk dari toleransi antar umat beragama di Pemprov Jateng. Selamat Hari Santri tahun 2021,” tandas Subroto.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengeluarkan SE tentang Peringatan Hari Santri Nasional.

Dalam SE itu, mewajibkan semua ASN di lingkungan Pemprov Jateng yang beragama muslim untuk ngantor sarungan dan memakai pakaian ala santri. Sementara yang non muslim, bisa menyesuaikan dan sifatnya tidak wajib.

Ganjar sendiri hari ini ngantor sarungan. Ia mengenakan baju koko putih, sarung batik dan peci hitam. Seharian penuh, Gubernur Jateng itu berkegiatan dengan pakaian ala santrinya itu.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil

Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan