Satu Tewas dan Dua Luka Akibat Kecelakaan Kerja di Pabrik Semen Rembang

Minggu, 30 Agustus 2015 | 19:34 WIB
Salah seorang korban yang kemudian meninggal dunia akibat tertimbun cor di lokasi proyek pabrik semen milik PT SI di Kadiwono, Bulu, Rembang. (Foto: mataairradio.com)

Salah seorang korban yang kemudian meninggal dunia akibat tertimbun cor di lokasi proyek pabrik semen milik PT SI di Kadiwono, Bulu, Rembang. (Foto: mataairradio.com)

 
BULU, mataairradio.com – Seorang pekerja dilaporkan tewas dan dua orang lainnya mengalami luka-luka akibat tertimbun bangunan gedung klinker milik PT Swadaya Graha di areal calon pabrik milik PT Semen Indonesia di wilayah Desa Kadiwono Kecamatan Bulu, Minggu (30/8/2015) pukul 03.30 WIB.

Tiga korban merupakan warga Kabupaten Blora. Korban tewas bernama Basri (46) warga Sumbermacan Desa Sumber Kecamatan Kradenan.

Dua korban luka adalah Kasbulah (46) warga Greneng Desa Tunjungan Kecamatan Tunjungan dan Slamet (26) warga Balongrejo Desa Sumber Kecamatan Kradenan.

Dari keterangan yang dihimpun mataairradio, insiden itu bermula ketika para pekerja sedang melakukan kerja lembur pengecoran pada ketinggian gedung 8 meter.

Sementara, para korban, saat itu sedang mengencangi perancah penyangga beton. Tetapi penyangga dan cor beton di atas mereka itu runtuh.

Basri, tidak sempat lari, sehingga tertimbun material yang runtuh. Dia meninggal karena mengalami luka memar di bagian kepala serta patah di tangan kiri dan punggung.

Adapun, Kasbulah dan Slamet yang juga turut tertimpa reruntuhan, menderita luka-luka. Kasbulah luka memar di kaki kiri dan memar di bagian kiri kepala, sedangkan Slamet menderita luka robek di bagian kepala.

Slamet dan korban tewas, Basri, dibawa ke RSUD dr Soetijono Blora. Sementara Kasbulah, dilarikan ke RSUD dr R Soetrasno Rembang.

“Proses evakuasi selesai pukul 06.30 WIB. Kami masih menangani kasus insiden kecelakaan kerja ini,” ungkap Kapolsek Gunem AKP Yuliadhi.

Kepala Bidang Pengembangan dan Informasi RSUD dr R Soetrasno Rembang Giri Saputro mengaku masih merawat korban atas nama Kasbulah. Dari IGD, korban dirawat di Ruang Melati, kamar kelas II.

“Kondisi korban sadar,” beber Giri.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Agung Wiharto belum mendapat laporan mengenai detail kronologi kecelakaan kerja di proyek yang berada dalam lingkup perusahaannya.

“Kecelakaan kerja itu tanggung jawab sepenuhnya kontraktor,” terangnya.

Agung memastikan, pihak perusahaan yang terkait, akan bertanggung jawab sepenuhnya atas pengobatan korban yang mengalami luka-luka.

“Untuk korban yang meninggal dunia, diberikan santunan. Semua korban sudah merupakan peserta BPJS,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan