Satu Rumah di Desa Banggi Ludes dilalap Sijago Merah

Rabu, 15 Mei 2019 | 14:16 WIB

Rumah milik Kadar (38) warga Rt 02 Rw 02 tersebut ludes terbakar tanpa menyisakan apa-apa, Rabu (15/5/2019). (Foto: mataairradio.com)

 

 

KALIORI, mataairradio.com – Kebakaran hebat terjadi di wilayah Desa Banggi Kecamatan Kaliori pada Rabu (15/5/2019) pagi tepatnya pukul 08.15 waktu setempat. Akibatnya, rumah milik Kadar (38) warga Rt 02 Rw 02 tersebut ludes terbakar tanpa menyisakan apa-apa.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran pada Satpol PP Kabupaten Rembang Wiyoto mengkonfirmasi ada laporan masuk dari warga pukul 08.20 dan pihaknya kemudian mengirim satu armada pemadam dan dua mobil tangki. Sampai lokasi api sudah membesar dan melalap rumah dan seisinya namun upaya pemadaman tetap dilakukan.

“Sampai lokasi api sudah membesar Mas, dan sulit menyelamatkan barang-barang yang ada di dalam rumah,” ungkapnya

Meski tidak ada korban jiwa, akibat kejadian ini, pemilik rumah diperkirakan menanggung kerugian hingga Rp 60 juta, karena rumah rata dengan tanah. Seluruh barang berharga yang ada di dalam rumah tidak berhasil diselamatkan. Seperti ijazah sekolah, sertifikat, dan surat-surat penting lainnya.

Saat kejadian, kondisi rumah dalam keadaan sepi. Karena suami istri pemiliknya sedang pergi ke sawah.

“Kondisi rumah saat kejadian dalam keadaan sepi Mas, karena pemilik rumah sedang ke ladang,” pungkasnya.

Pihak pemadam masih melakukan penyemprotan untuk menghindari potensi kebakaran lagi, agar bara api benar-benar padam. Dirinya juga mengingatkan warga agar berhati-hati saat meninggalkan rumah. Minimalisir keadaan sekitar yang berpotensi menjadi musibah kebakaran seperti konsleting listrik, api bekas memasak ataupun puntung rokok.

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mohammad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan