Satu Keluarga Gila di Gandrirojo Akhirnya Dikirim ke RSJ

Selasa, 15 Mei 2018 | 12:48 WIB

Ngabdi (tengah) saat didatangi pihak desa dan anggota Koramil Sedan, baru-baru ini. (Foto: mataairradio.com)

 

SEDAN, mataairradio.com – Satu keluarga terindikasi gangguan kejiwaan di Dukuh Sawahan Desa Gandrirojo Kecamatan Sedan akhirnya dikirim ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Semarang.

Satu keluarga terindikasi gila ini adalah Ngabdi (63), Tasirah (59), serta dua orang anaknya yaitu Salam (20) dan Masyhur (18).

Mereka dikirim ke RSJ dr Amino Gondohutomo Semarang pada Senin (14/5/2018) kemarin.

Menurut Ketua BPD Gandrirojo Muhtar Nur Halim, Ngabdi sempat menolak, tetapi akhirnya bisa dibawa paksa dengan tiga mobil ke Semarang.

“Desa sudah berkoordinasi dengan dinas kesehatan, dinas sosial, dan Puskesmas Sedan sebelum merujuk satu keluarga itu ke rumah sakit jiwa,” terangnya.

Ia mengatakan, Ngabdi beserta istri dan dua orang anaknya, akan menjalani perawatan selama dua minggu hingga satu bulan.

“Selama masa itu, pihak desa akan memperbaiki rumah kediaman Ngabdi dengan program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH),” ujarnya.

Ia mengusulkan, sepulang dari perawatan di rumah sakit jiwa, Ngabdi dan istrinya agar dipisah tinggal dengan kedua anaknya.

“Sebab, gangguan kejiwaan anaknya dikhawatirkan kambuh akibat perilaku orang tuanya,” paparnya.

Menurut Muhtar, biar Ngabdi dan Tasirah saja yang tinggal mendiami rumah di Gandrirojo, sedangkan dua orang anaknya bisa ditempatkan di panti rehabilitasi sosial guna penyembuhan.

Diberitakan mataairradio sebelumnya, Ngabdi mengurung tiga orang keluarganya selama kurang lebih tujuh tahun di dalam rumah.

Ngabdi juga mengancam akan membunuh keluarganya itu bila keluar rumah. Pihak Desa Gandrirojo sudah kewalahan menangani keluarga Ngabdi.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan