Satpol PP Keluhkan Penanganan Pasca Razia Anak Jalanan

Senin, 1 Oktober 2018 | 19:39 WIB

Tujuh anak punk, seorang pengamen, tiga gelandangan lanjut usia, dan 13 gelandangan psikosis saat didata dan ditata sehingga tertib di kompleks Dinsosnakertrans Rembang, Kamis (17/3/2016) pagi. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Rembang mengeluhkan penanganan pascarazia anak jalanan.

Kepala Bidang Ketertiban Umum, Ketenteraman Masyarakat, dan Penegakan Perda pada Satpol PP Kabupaten Rembang Heru Susilo mengatakan, penanganan pascarazia anak jalanan terbilang masih belum maksimal.

Pasalnya Pemerintah Kabupaten Rembang belum memiliki panti yang berfungsi khusus untuk menampung anak jalanan seusai dirazia.

Menurutnya, selama ini untuk penertiban anak jalanan dan gelandang psikosis tidak mengalami masalah. Hal itu dikarenakan pihaknya tiap waktu berpatroli dan mendapatkan laporan dari masyarakat.

Banyaknya anak jalanan dan gelandangan psikosis yang ada di Rembang, salah satunya dipicu oleh letak geografis Kabupaten Rembang yang berada di Wilayah Jalur Pantura dan merupakan salah satu tempat singah sekumpulan anak jalanan.

“Khususnya di daerah perbatasan seperti Kecamatan Kaliori, Rembang, Lasem, dan Sarang,” ujarnya.

Heru belum bisa memastikan secara pasti jumlah anak jalanan di Rembang. Sebab mereka sifatnya bergerak kadang di Lasem dan juga di Rembang bahkan terkadang pindah ke luar kota.

“Asal dari anak-anak jalanan juga beragam, ada yang dari luar kota ada juga yang dari Rembang sendiri seperti dari Kecamatan Sedan.

Penertiban seringkali dilakukan ketika ada keramaian. Beberapa waktu lalu kami menertibkan satu sampai dua orang anak jalanan,” imbuhnya.

Ia berharap kedepannya ada solusi dan sinergi bersama antar dinas terkait penanganan pascarazia anak jalanan supaya dapat berjalan secara maksimal, sehingga tidak terkesan setengah-setengah.

“Selama ini biasanya pasca dirazia, anak jalanan dan gelandang psikosis akhirnya dilepas lagi dan tidak ada pembinaan atau pembekalan,” pungkasnya.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mukghammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan