Satpol PP Akui Masih Kesulitan Tangani Anak Jalanan

Sabtu, 10 November 2018 | 15:16 WIB

Kantor Satpol PP Kabupaten Rembang. (Foto: mataaairradio.com)

 

 

REMBANG, mataairradio.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Rembang masih kesulitan menangani banyaknya anak-anak jalanan yang berada di Kabupaten Rembang.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat dan Penegakan Perda pada Satpol PP Kabupaten Rembang Heru Susilo mengaku berkembangnya anak-anak jalanan seperti penyakit yang menular.

Karena jika satu anak sudah mengikuti kelompok anak jalanan biasanya akan mengajak temannya lagi untuk bergabung sehingga jumlahnya akan terus bertambah.

Mereka berasal dari beberapa kecamatan seperti Sale, Pancur, Pamotan, Sedan sehingga sifat persebarannya merata. Kendala yang lain adalah pasca penjaringan tidak ada tempat untuk menampung anak-anak jalanan tersebut.

Pihaknya saat ini sering memantau titik-titik yang menjadi tempat berkumpulnya anak-anak jalanan seperti di perempatan Pasar Pentungan, Alun-alun Rembang, dan Perempatan Lasem.

“Sudah kayak penyakit Mas fenomena anak jalanan ini, sifatnya menular,” ungkapnya

Heru menambahkan bahwa selain meresahkan anak-anak jalanan ini juga banyak mengkonsumsi zat adiktif dan barang-barang yang memabukkan. Jika tidak mampu membeli Narkoba jenis sabu karena mahal dan sulit mencarinya, maka kelompok anak jalanan menurut interogasi yang dilakukan Satpol PP mengkonsumsi obat batuk jenis komix dan Bodrex agar bisa mabuk.

Disinggung beredarnya informasi bahwa rebusan air dari pembalut wanita yang digunakan kelompok anak jalanan untuk mabuk, Heru belum bisa mengkonfirmasi karena proses interogasi belum selesai.

Namun ia menyatakan bahwa kemungkinan tersebut memang ada. Minggu ini pihaknya menertibkan delapan anak jalanan yang tersebar di sekitar perempatan Pasar Pentungan.

“Minggu ini kami jaring ada delapan anak, kita gunduli dan interogasi,” tandasnya.

Dari pantauan reporter mataairradio masih banyak anak-anak jalanan yang bergerombol di beberapa titik perempatan jalur Pantura. Mereka bergerombol dan mengamen ketika kendaraan di jalan raya berhenti karena lampu merah.

 

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mohammad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan