Satpol Gusar Markasnya Dikabarkan Ditarik Keluarga Mendiang Mantan Wapres

Jumat, 17 Oktober 2014 | 14:42 WIB
Markas Satpol PP dibilangan Jalan Soetomo Rembang. (Foto:Rif)

Markas Satpol PP dibilangan Jalan Soetomo Rembang. (Foto:Rif)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Rembang gusar setelah markas yang ditempatinya dikabarkan bakal segera ditarik oleh pemilik bangunan, yakni keluarga mendiang mantan Wapres Sudharmono.

Kabar ini dihembuskan oleh sumber di internal Satpol PP Rembang. Bangunan rumah yang difungsikan sebagai kantor Satuan Polisi Pamong Praja memang bukan aset milik Pemkab Rembang.

Pihak Pemkab dipersilakan menempatinya oleh pihak ahli waris keluarga mendiang mantan wakil presiden era Soeharto itu, namun dilarang merubah satu pun model bangunan rumah tersebut.

Meski kabar ini santer berhembus, Kepala Satpol PP Rembang Slamet Riyadi yang dikonfirmasi mataairradio.com, Jumat (17/10/2014) pagi mengaku belum mendengar kabar akan ditariknya bangunan di bilangan Jalan Soetomo, yang kini dipakai untuk markas Satpol PP.

“Belum mendapat informasi soal penarikan bangunan yang kami tempati sebagai markas. Memang (bangunan) itu bukan aset pemkab, tetapi milik keluarga dari Pak Sudharmono, mantan Wapres era Presiden Soeharto. Bangunan ini dipinjam dari ahli warisnya dan ketika itu diperbolehkan,” ujar Slamet.

Selama ini, dia bukannya tidak terpikir untuk memiliki kantor atau markas sendiri. Pihaknya sudah beberapa kali mengajukan usulan kepemilikan kantor Satpol PP, namun sejauh ini belum ada respon dari Pemerintah.

“Gusar (soal kabar penarikan bangunan markas Satpol) sih iya. Sudah lama kami terpikir memiliki kantor sendiri. Berulang kali usul baik kepada Pemkab, Pemerintah Provinsi, maupun Pemerintah Pusat. Namun belum ada respon,” tandasnya.

Terakhir kali, Slamet menyatakan telah mengusulkan pemanfaatan kantor bekas Dinas Perhubungan di Jalan Kartini untuk kantor. Pihaknya menyertakan pula usulan renovasi total atas bekas kantor Dinas Perhubungan itu, dengan nilai lebih dari satu miliar rupiah.

“Kalau di tanah non-aset Pemkab, maka Pemkab Rembang wajib menyediakan pengadaan tanah dengan bukti sertifikat yang nanti dihibahkan. Dan untuk pengadaan tanah itu, Pemkab belum siap,” terangnya.

Dia menegaskan, hanya Kabupaten Rembang yang Satpol PP-nya masih menumpang bangunan yang bukan milik sendiri (Pemkab). Slamet mengaku menjadi kurang berwibawa ketika terlibat dalam forum komunikasi antar-Satpol di level Jawa Tengah.

“Punya kantor sendiri jelas penting. Selama ini kerap kurang berwibawa karena belum punya kantor mandiri. Di Jawa Tengah, hanya Rembang yang belum punya kantor. Kalau soal disindir (oleh Satpol dari kabupetan lain) jangan ditanya. Namun mau gimana lagi (usul belum terkabul),” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan