Satlantas Rembang Tegaskan Blangko SIM Sudah Tersedia

Senin, 31 Agustus 2015 | 15:14 WIB
Ilustrasi (Foto: mataairradio.com)

Ilustrasi (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Satuan Lalu Lintas Polres Rembang menegaskan stok blangko SIM yang sempat kosong, kini sudah kembali tersedia.

Satlantas Polres Rembang menerima jatah 2.500 pucuk blangko SIM pada 27 Agustus lalu dan mulai dicetak sehari setelahnya.

Kasatlantas Polres Rembang AKP Agunging Tyas Widya Aryani melalui Kanit Registrasi dan Identifikasi Ipda Setiyanto mengatakan, kiriman blangko SIM itu sudah dipakai sekitar 1.200 pucuk.

“Sudah kami pakai kira-kira 1.200 untuk mereka yang sebelumnya kami layani dengan surat keterangan,” ungkapnya kepada mataairradio, Senin (31/8/2015) pagi.

Polisi meminta kepada pemohon SIM yang sebelumnya dilayani dengan surat keterangan, agar segera menukarnya dengan SIM yang asli di Kantor Satlantas Polres Rembang.

“Sudah kami cetak. Tinggal datang, terus ditukar surat keterangannya dengan SIM yang asli. Nggak ada batas waktu pengambilan. Lebih cepat lebih baik,” tandasnya.

Mengenai 1.300 pucuk blangko SIM yang tersisa, Ipda Setiyanto memperkirakan cukup untuk melayani permohonan masyarakat, dalam dua minggu.

Tetapi dia berharap kepada masyarakat agar tidak khawatir, karena kini persediaan SIM di lingkup Polda Jawa Tengah, sudah normal.

“Selasa 1 September ini, kami akan kembali mengambil blangko SIM ke Polda,” tegasnya.

Ipda Setiyanto menegaskan, penggunaan blangko SIM tetap dikendalikan, sehingga persetujuan kiriman blangko tidak serampangan.

Dia menambahkan, rata-rata pemohon SIM di Rembang adalah pengendara sepeda motor atau SIM C. Selebihnya merupakan pengendara mobil pribadi atau SIM A dan sopir angkutan mulai SIM B hingga B2 umum.
Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan