Sapi Merah lebih Dipilih untuk Kurban di Rembang

Saturday, 19 August 2017 | 14:35 WIB

Sahid (kiri) peternak sapi di Dukuh Pentil Desa Gunungsari Kecamatan Kaliori saat memberi makan kepada ternaknya, Selasa (20/9/2016). Para peternak di dusun ini sedang tumbuh dan berkembang, sehingga jagal dari luar kota pun meminati sapi hasil penggemukan mereka. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sapi jantan merah jenis limosin dan simental lebih dipilih untuk kurban di Kabupaten Rembang.

Menurut Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang Agus Iwan Haswanto, hal itu karena suplai sapi jantan merah lebih banyak.

“Memilih sapi merah bukan karena memang mencari sapi merah, tetapi karena adanya banyak yang merah. Putih pun banyak yang suka,” katanya, Sabtu (19/8/2017) siang.

Ia menyebutkan, persentase populasi sapi merah di Kabupaten Rembang mencapai 25 persen, sedangkan sapi putih 75 persen.

“Secara populasi malah sapi putih lokal lebih banyak. Namun secara harga, sapi merah lebih mahal,” katanya.

Disebutkannya, pedet jantan umur lima bulan jenis sapi merah biasa dihargai Rp10 juta hingga Rp12 juta per ekor.

“Sementara pedet jantan sapi putih dengan umur yang sama Rp7juta hingga Rp9juta per ekor,” terangnya.

Selisih harga tersebut, kata Iwan, karena pertumbuhan sapi merah lebih cepat ketimbang sapi putih.

“Kalau harga sapi dewasa tak bisa dibandingkan dengan sapi merah. Jika pun ada turun harga, bukan karena ada sapi merah, tapi karena faktor lain seperti saat masa panen,” katanya.

Sementara itu, harga sapi jantan siap potong untuk kurban mengalami kenaikan Rp2.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp43.000 kini menjadi Rp45.000 per kilogram.

“Mendekati Idul Adha, harga sapi jantan siap potong mengalami kenaikan. Naik Rp2.000 per kilogram,” pungkasnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan