Sanksi bagi Pabrik Pembuang Limbah Sembarangan Belum Jelas

Rabu, 15 November 2017 | 13:28 WIB

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rembang Suharso. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sanksi bagi sejumlah pabrik pengolahan ikan di Kecamatan Kaliori yang membuang limbah hasil produksi secara sembarangan ke laut masih belum jelas.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rembang Suharso menyatakan, ada 10 perusahan pengolahan ikan yang tidak memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sesuai satandar. Limbah dari aktivitas pabrik dibuang secara langsung ke laut, sehingga mencemari pantai di sekitarnya.

Menurutnya, pihak Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Jawa Tengah telah memberi waktu 90 hari sejak pertengahan Oktober lalu bagi pihak perusahaan untuk mengatasi persoalan limbah itu.

Namun, Suharso menyatakan, hingga saat ini hanya satu perusahaan yang telah beritikad baik untuk membenahi IPAL di pabrik pengolahan ikan mereka.

“Kami periksa sudah ada satu perusahaan yang memperbaiki IPAL-nya, yang sembilan perusahaan belum. Kami akan pantau terus. Kalau mereka butuh konsultasi kami juga siap,” ujarnya.

Saat disinggung soal sanksi yang bakal diberikan kepada perusahaan yang tidak memperbaiki IPAL setelah 90 hari, ia mengatakan, hal itu bukan kewenangannya, Pemerintah Provinsi yang akan menindaklanjuti.

“Tugas kami hanya memantau proses perbaikan IPAL dan memberikan informasi ke mereka, bagaimana baiknya supaya persoalan limbah segera selesai,” terangnya saat dikonfirmasi mataairradio.com pada, Rabu (15/11/2017) pagi.

Ia menegaskan, inti persoalan limbah di Kecamatan Kaliori itu adalah IPAL yang dimiliki oleh beberapa perusahaan tidak seimbang dengan volume limbah yang dihasilkan dari proses prosuksi, sehingga IPAL tidak berfungsi secara maksimal.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, warga menginginkan supaya Pemerintah Kabupaten Rembang menindak perusahaan pengolahan ikan di daerah setempat karena membuang limbah cair secara sembarangan ke laut.

Pasalnya, limbah dari aktivitas pabrik di daerah Banyudono Kecamatan Kaliori ini telah mencemari pantai di sekitarnya, bahkan telah mencapai wilayah Desa Tasikharjo kecamatan setempat atau sejauh tiga kilometer.

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan