Sanetan-Gowak Tawarkan Wisata Alam Memukau

Sabtu, 19 Maret 2016 | 19:01 WIB
Pemandangan alam persawahan yang diapit Pegunungan Lasem di sepanjang ruas antara Desa Sanetan Kecamatan Sluke dengan Desa Gowak Kecamatan Lasem, Sabtu (19/3/2016). (Foto: Pujianto)

Pemandangan alam persawahan yang diapit Pegunungan Lasem di sepanjang ruas antara Desa Sanetan Kecamatan Sluke dengan Desa Gowak Kecamatan Lasem, Sabtu (19/3/2016). (Foto: Pujianto)

 

SLUKE, mataairradio.com – Kawasan persawahan yang diapit Pegunungan Lasem di ruas antara Desa Sanetan Kecamatan Sluke menuju Desa Gowak Kecamatan Lasem menawarkan wisata alam memukau.

Di sepanjang jalan enam kilometer, tampak bentangan sawah nan hijau dan alam yang masih lestari. Dari pantauan reporter mataairradio, udara sejuk langsung menusuk ketika sampai di kawasan selepas Sanetan.

Dengan menyusuri jalan yang sebagiannya diinisiasi program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), pemandangan hamparan sawah dengan padi menghijau, tersuguh begitu saja secara gratis.

Mulat Riasnan, warga asli Desa Bitingan Sale yang tinggal indekos di Kauman-Rembang dan ditemui di sela-sela kegiatannya refreshing, Sabtu (19/3/2016) mengakui, kawasan setempat lumayan tepat untuk melepas penat.

Meski akses jalannya masih harus diperbaiki, tetapi wisata alam gratis bisa dinikmati. Menurutnya, pemandangan alam yang demikian, cocok bagi para komunitas yang ingin merekatkan kebersamaan.

“Bisa menikmati alam yang masih lestari dan merekatkan kebersamaan komunitas. Tidak hanya saat libur saja, tetapi bica mencari momentum yang pas,” tandasnya.

Untuk menuju ke daerah Sanetan menuju Gowak, mereka yang dari Rembang cukup ke arah timur atau arah Surabaya. Begitu sampai timur Pasar Sluke, bisa langsung belok kanan naik, melalui daerah Desa Langgar Kecamatan Sluke.

Di Desa Langgar, bisa dinikmati pula wisata religi, berupa ziarah di Makam Sunan Langgar, seorang tokoh penyebar agama Islam di wilayah timur Rembang.

Hasan Yahya, warga Desa Kalipang Kecamatan Sarang yang ditemui sedang “jalan-jalan” di ruas tersebut mengakui keindahan alam setempat.

Ia bisa menyaksikan hiruk-pikuk petani yang sedang merawat tanaman padinya, dengan iringan suara katak bersahutan. Baik di sisi barat maupun timur dari ruas tersebut, ia mengaku bisa berfoto ria, dengan latar belakang Pegunungan Lasem.

“Namun beberapa ruas jalan perlu diperbaiki,” tegasnya.

Kepala Desa Sanetan Jumadi yang dihubungi reporter mataairradio secara terpisah mengaku sudah terbersit menata kawasan jalan penghubung antara desanya dengan Desa Gowak Kecamatan Lasem.

“Namun karena ruas tersebut merupakan poros antarkecamatan, maka wewenangnya di pemkab,” ujarnya.

Soal pemandangan alam yang bisa dijadikan sebagai menu wisata, dirinya menyatakan sudah memiliki konsep ke arah itu. Namun ia mengaku masih harus membicarakannya bersama komponen masyarakat.

“Beberapa pihak memang mendorong pihak desa untuk mengembangkan wisata alam,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




One comment
  1. capit urang

    Juni 19, 2023 at 2:24 am

    Tinggalkan kepenatan kota dan temukan keindahan yang memikat di Capit Urang, wisata alam yang sedang menjadi sorotan di Kota Metro. Dikelola dengan dedikasi tinggi oleh masyarakat setempat, Capit Urang memikat hati dengan pemandangan indah, suasana asri yang menyejukkan, dan udara segar yang membelai wajah. Jauh dari hiruk pikuk kota, di sini Anda dapat merasakan ketenangan yang tak tergantikan sambil menikmati kehangatan mentari. Nikmati petualangan di danau dengan kapal, sambil menyeruput kelezatan kuliner lokal yang disajikan di loka makan yang beragam. Tersedia pula fasilitas lengkap seperti akomodasi pondok yang nyaman, area outbond yang menantang, dan spot camping yang menawarkan pengalaman berkemah yang tak terlupakan. Capit Urang Kota Metro, destinasi wisata yang tak hanya memikat mata, tetapi juga menyentuh hati.

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan