Sambut Ramadhan, Ansor Rembang Peringati Harlah dan Istighasah

Selasa, 16 Juni 2015 | 18:58 WIB
Peringatan harlah ke-81 Ansor di Pesantren Alhamdulillah, wilayah Desa Kemadu Kecamatan Sulang, Selasa (16/6/2015) siang.

Peringatan harlah ke-81 Ansor di Pesantren Alhamdulillah, wilayah Desa Kemadu Kecamatan Sulang, Selasa (16/6/2015) siang. (Foto: mataairradio.com)

 
SULANG, mataairradio.com – Sekitar 3.000 orang kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Kabupaten Rembang memperingati hari lahir atau Harlah ke-81 Ansor di Pesantren Alhamdulillah, wilayah Desa Kemadu Kecamatan Sulang, Selasa (16/6/2015) siang.

Peringatan hari lahir yang juga diisi dengan istighasah itu digelar untuk menyambut Ramadhan 1436 Hijriah. Tampak hadir di acara itu, ratusan kyai dari 14 kecamatan dan sejumlah pejabat, termasuk Sekretaris Daerah Rembang Hamzah Fatoni.

Ketua Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Muhammad Hanies Cholil Barro mengatakan, peringatan hari lahir ke-81 organisasi yang lahir 24 April 1934 itu sebagai ajang konsolidasi tentang Islam rahmatal lil’alamin.

Apalagi, di Rembang, Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor belum lama terbentuk. Peringatan tersebut sekaligus merupakan peneguh Ansor sebagai penjaga dan pejuang wajah Islam Indonesia yang rahmatan lil’alamin.

“Peringatan harlah sebagai konsolidasi massif Ansor tentang Islam rahmatan lil’alamin. Apalagi Pengurus Cabang Ansor Rembang belum lama terbentuk,” terangnya.

Hanies berharap, peringatan Harlah Ansor dan pelaksanaan istighasah menyambut bulan Ramadhan akan menjadi semangat bagi umat Islam, terutama bagi Ansor dalam menjaga kebhinekaan.

“Dengan media istighasah, kita meminta kepada Allah agar diberi semangat menjaga Islam Indonesia dan terus istiqamah. Mampu menjaga kebhinekaan di tengah tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia berupa gerakan atau cara radikal yang merusak wajah Islam Indonesia,” tandasnya.

Sekretaris Daerah Rembang Hamzah Fatoni berharap sinergitas Ansor dengan Pemerintah, misalnya berupa saran dan usulan. Terkait dengan persiapan menjelang Ramadhan, Hamzah mengaku sudah menerbitkan surat yang meminta kafe-karaoke tutup selama bulan Puasa.

“Pemerintah memerlukan bantuan Ansor berupa masukan, saran, ataupun usulan. Kalau tentang Ramadhan, misalnya terkait kafe-karaoke, sudah kami instruksikan untuk tutup penuh selama bulan Puasa,” tegasnya.

Sementara itu, KH Chazim Mabrur dalam tausiyahnya meminta kepada masyarakat Nahdlatul Ulama, termasuk Ansor agar tidak memperdebatkan awal Puasa dan Idul Fitri.

“Soal Puasa atau pun 1 Syawal, warga NU mestinya manut pada Pemerintah. Asalkan Pemerintah masih memakai hisab rukyat. Saya juga turut pesan agar Rembang yang mau Pilkada 9 Desember nanti, bisa melahirkan pemimpin yang sayang kepada rakyat dan takut kepada Allah,” ujarnya.

Peringatan Harlah ke-81 Ansor dihadiri juga oleh badan otonom lain di Nahdlatul Ulama, seperti Muslimat dan Fatayat NU. Acara berlangsung selama 2,5 jam sejak pukul 14.00 WIB.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan