Salim Enggan Tanda Tangan, Berkas Penting Menumpuk

Saturday, 22 March 2014 | 15:07 WIB
Wakil Bupati Rembang Abdul Hafidz seusai kampanye terbuka PPP di Lapangan Desa Gandrirejo Kecamatan Sedan, Jumat (21/3) sore kemarin. (Foto:Pujianto)

Wakil Bupati Rembang Abdul Hafidz seusai kampanye terbuka PPP di Lapangan Desa Gandrirejo Kecamatan Sedan, Jumat (21/3) sore kemarin. (Foto:Pujianto)

SEDAN, MataAirRadio.net – Bupati Rembang Mochammad Salim disebut mulai enggan menandatangani dokumen penting untuk sejumlah kebijakan strategis. Keengganan itu memicu tumpukan berkas penting sehingga mengancam laju pembangunan.

Wakil Bupati Rembang Abdul Hafidz mengonfirmasinya. Ditemui MataAir Radio seusai kampanye terbuka PPP di Lapangan Desa Gandrirejo Kecamatan Sedan, Jumat (21/3) sore kemarin, Wabup mengaku, akan ada persoalan jika Menteri Dalam Negeri tidak segera secara resmi mengangkat pengganti sementara Bupati. Dalam hal ini, Wakil Bupati.

Menurutnya, ketika legalitas pengangkatan pengganti sementara Bupati belum ada, maka kebijakan strategis belum bisa diteken. Dia menyebutkan, kebijakan strategis itu misalnya seputar penataan pegawai hingga penandatanganan SK, izin-izin, dan pencairan anggaran pembangunan. Hingga Sabtu (22/3) ini, dia masih menanti surat resmi dari Mendagri melalui Gubernur.

Wakil Bupati juga mengatakan, secara faktual dirinya memang sudah menghendel tugas Bupati. Namun secara dokumen legal, status pengganti sementara Bupati belum dikantongi Hafidz. Menurutnya, agar tidak muncul kendala lebih serius dalam pembangunan, surat pengangkatan pengganti sementara Bupati perlu disegerakan.

Meski surat tersebut belum kunjung turun, dia memastikan secara jalinan hubungan birokrasi tidak ada masalah. Politisi PPP asal Pamotan ini juga membantah melakukan lobi-lobi khusus kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terkait belum turunnya surat dari Mendagri.

Namun dia mengakui beberapa kali bertanya kepada Gubernur mengenai langkah lanjut dirinya setelah Salim ditahan aparat penegak hukum dan kini duduk sebagai terdakwa. Kepada Gubernur, Hafidz juga mengatakan bahwa kondisi birokrasi tidak ada perubahan, meski ada aksi dukungan dari sejumlah PNS dan pejabat pada sidang dugaan korupsi Salim.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan bahwa Wakil Bupati Rembang Abdul Hafidz pernah menanyakan secara lebih dekat tentang persoalan administrasi setelah Salim mulai disidangkan karena terbelit kasus dugaan korupsi.

Saat itu Ganjar mengaku langsung meminta Wakil Bupati Rembang untuk segera mengurus pengiriman surat kepada Gubernur. Begitu surat usulan terkait penggantian sementara Bupati diterimanya, Ganjar segera memprosesnya.

Gubernur sudah meneken surat yang mengusulkan pengangkatan Abdul Hafidz sebagai pengganti Bupati. Ganjar menyebut Hafidz sudah resmi menggantikan sementara Salim sebagai Bupati Rembang. (Pujianto)




One comment
  1. lukman

    March 23, 2014 at 1:57 pm

    bupatinya kan udah di tahan jadi sudah non aktif untuk masalah birokrasi di rembang

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan