Sale Disebut Butuh Pasar Daerah

Rabu, 29 Oktober 2014 | 18:50 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rembang Abdul Hafidz saat berbicara di acara sosialisasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) di Aula Kantor Kecamatan Sale, Rabu (29/10/2014). (Foto: Pujianto)

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rembang Abdul Hafidz saat berbicara di acara sosialisasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) di Aula Kantor Kecamatan Sale, Rabu (29/10/2014). (Foto: Pujianto)


SALE, mataairradio.com
– Warga di Kecamatan Sale disebut membutuhkan pasar daerah atau setingkat pasar kabupaten agar mereka tidak harus pergi ke Jatirogo Kabupaten Tuban, Jawa Timur ketika hendak berbelanja.

Suyadi, warga Desa Mrayun Kecamatan Sale mengaku berharap, Pemkab Rembang mulai berpikir untuk membangun pasar daerah di wilayah Kecamatan Sale.

“Seandainya pemerintah kabupaten berencana membangun pasar daerah, kami tentu setuju. Nantinya, warga tidak perlu membuang ongkos transportasi terlalu banyak untuk berbelanja ke luar daerah,” katanya, Rabu (29/10/2014) siang.

Dia membenarkan, warga Kecamatan Sale selama ini, lebih sering berbelanja ke Pasar Jatirogo. Pasalnya, tiga pasar desa yang ada di kecamatan itu masih merupakan pasar kecil dan tidak buka setiap hari.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rembang Abdul Hafidz mengakui bahwa Sale membutuhkan sebuah pasar yang representatif dan besar agar mampu menyumbang cukup banyak pendapatan asli daerah.

“Secara pribadi, sudah sejak lama, kami memiliki keinginan untuk membangun pasar daerah di Sale. Pasar yang di Mrayun, Tahunan, dan Sale masih berupa pasar desa. Perlu pasar yang lebih besar, agar warga tidak lagi lari ke Tuban,” tandasnya saat berbicara di acara sosialisasi dana bagi hasil cukai di Sale.

Menurut Hafidz, jika dilihat dari perputaran atau sirkulasi uang di bank-bank di Kecamatan Sale, potensi pasar cukup menjanjikan. Pihaknya pun berjanji untuk memulai kajian pembangunan Pasar Sale pada tahun depan.

“Tahun 2015 nanti akan kita mulai kajiannya. Jika lancar, maka maksimal pasar sudah jadi tahun 2016,” katanya.

Pada acara di Aula Kantor Kecamatan Sale itu, Hafidz juga meminta masukan mengenai letak lokasi pasar yang tepat. Plt Bupati mengaku membuka diri soal rancang bangun pasar baru nanti.

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan