Saksi Partai Diminta Potret Lembaran Penghitungan Suara

Kamis, 3 April 2014 | 15:15 WIB
Ketua Panwaslu Kabupaten Rembang Muchlis Ridlo. (Foto:Pujianto)

Ketua Panwaslu Kabupaten Rembang Muchlis Ridlo. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Rembang meminta peran aktif saksi dari partai politik saat pemungutan dan penghitungan suara pada Pemilu 9 April mendatang. Saksi perlu memotret lembaran penghitungan suara atau C1 plano dan memastikan posisi surat suara sisa.

Ketua Panwaslu Kabupaten Rembang Muchlis Ridlo mengatakan, surat suara sisa yang tak terpakai setelah habis masa pencoblosan, rawan dimanipulasi. Di sejumlah kesempatan, pihaknya selalu menyampaikan kerawanan itu, terutama ketika momen pembekalan saksi partai politik.

Pihaknya juga berharap agar para saksi berjiwa militan. Ini penting untuk mengantisipasi kebocoran surat suara sisa. Selain itu saksi juga diminta kritis. Dia menegaskan, PPL atau petugas pengawas lapangan dan sukarelawan pengawasan tetap akan digiatkan di setiap TPS.

Menanggapi isu manipulasi surat suara sisa, Ketua KPU Kabupaten Rembang Minanus Suud mengatakan, surat suara sisa yang tak dipakai pemilih akan ditandai dengan tanda silang. Hal itu sesuai dengan petunjuk dari KPU Pusat.

Menurutnya, sesuai peraturan, petugas TPS akan memberi tanda silang dengan spidol baik di muka dan belakang surat suara yang tak terpakai. Kelebihan surat suara yang tidak dipakai akan dihitung terlebih dahulu sebelum diberi tanda silang. Hal tersebut dilakukan setelah petugas di TPS menghitung dan menetapkan surat suara yang dipakai pemilih ke dalam formulir C1.

Mekanismenya harus disaksikan anggota KPU, Panwaslu, dan pihak kepolisian. Suud meminta kepada pihak Panwaslu dalam hal ini PPL, dan saksi dari setiap partai politik agar melakukan aktivitas pengawasan secara optimal. Surat suara berpotensi sisa, karena KPU sendiri menargetkan partisipasi pemilih hanya 75 persen.

Pihak KPU juga meminta saksi dan awak media untuk bisa merekam atau memotret lembaran penghitungan suara atau C1 plano, untuk menjamin tidak ada manipulasi surat suara sisa. C1 plano serta formulir model C dan D adalah dasar resmi dan sah oleh KPU dalam memutuskan hasil pemungutan dan penghitungan suara pada Pemilu 2014. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan