Said Mardjan dan Zaenal “Cheng” Absen Lawan Aceh United

Rabu, 9 Mei 2018 | 01:20 WIB

Asisten Pelatih PSIR Hadi Surento (paling kanan) saat melakukan jumpa pers seusai laga melawan Persiraja di Banda Aceh, Jumat (4/5/2018). (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Dua pemain PSIR masing-masing Said Mardjan dan Zaenal Arifin “Cheng” dilaporkan absen ketika timnya melawan Aceh United di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh.

Dua pemain itu terkena hukuman akumulasi kartu kuning. Sekretaris Manajemen PSIR Budi Suharto mengatakan, kartu kuning kedua untuk Said dan “Cheng” sama-sama diperoleh ketika laga PSIR lawan Persiraja.

“Namun tim pelatih sudah menyikapi kendala tersebut. Kami mematok target mencuri poin dari kandang Aceh United. PSIR akan mengandalkan umpan pendek guna menekuk pertahanan tim lawan,” terangnya.

Sementara itu, laga PSIR versus Aceh United yang semula dijadwalkan pada Selasa 8 Mei 2018, kini mundur sehari menjadi pada Rabu (9/5/2018). Pengunduran jadwal ini dipastikan oleh operator Liga 2.

Dengan begitu, pada Senin (7/5/2018), PSIR bisa menambah latihan. Namun tidak di Stadion Harapan Bangsa atau di Dimurthala, tetapi di sebuah lapangan kampung. Lapangan terawat dan tertutup.

Budi menyebutkan, PSIR akan melakukan uji coba lapangan Stadion Harapan Bangsa pada Selasa 8 Mei ini. Menurutnya, kandang Aceh United ini, terbilang bagus. Sebab, Stadion Harapan Bangsa belum lama ditata.

“Tim pelatih sudah menginstruksikan kepada para pemain untuk melupakan tiga kali kekalahan beruntun masing-masing dari PSPS Pekanbaru, Semen Padang FC, dan Persiraja Banda Aceh,” imbuhnya.

Menurutnya, para pemain tampak menikmati latihan dan tidak lagi terkesan tertekan. Setelah tiga kali menelan kekalahan, PSIR kini menghuni dasar klasemen wilayah barat di kompetisi Liga 2 musim 2018.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan