Sadana Diminta Terbuka Tentukan Harga dan Grade

Rabu, 9 November 2016 | 17:41 WIB
Petani menjemur tembakau rajangannya di Desa Glebeg Kecamatan Sulang, baru-baru ini. (Foto: Facebook Choirul Anam)

Petani menjemur tembakau rajangannya di Desa Glebeg Kecamatan Sulang, baru-baru ini. (Foto: Facebook Choirul Anam)

 

SULANG, mataairradio.com – Perusahaan mitra petani tembakau di Kabupaten Rembang, PT Sadana Arifnusa, diminta lebih terbuka soal harga dan grade atau kelas kualitas pada tahun mendatang.

Keterbukaan tersebut, menurut Bupati Rembang Abdul Hafidz, penting agar petani tembakau bisa memahami apabila sewaktu-waktu harga jual tembakau rendah bahkan tak terbeli.

“Kami perlu memperingatkan PT Sadana agar tidak menyalahi perjanjian dengan petani. Petani juga mesti memahami bahwa kualitas tembakau tahun ini dipengaruhi oleh cuaca,” terangnya.

Ketika berdialog dengan masyarakat di Pendapa Kecamatan Sulang, Rabu (9/11/2016), Hafidz menerima banyak keluhan dari petani, terutama soal tembakau yang tidak terbeli oleh PT Sadana.

“Cuaca yang tidak bersahabat pada tahun ini, tak hanya merugikan petani tembakau, tetapi juga dialami oleh petani lainnya. Kami berharap agar petani bisa memahami,” tuturnya.

Bupati juga mengingatkan bahwa PT Sadana Arifnusa sudah enam tahun bermitra dengan petani di Kabupaten Rembang. Selama kurun waktu tersebut, hasil panen yang diraup petani tembakau, terbilang memuaskan.

“Saya minta petani agar jangan menyalahkan siapa-siapa. Sadana saya kira sudah memberi ruang untuk para petani. Tiga tahun yang lalu petani tembakau jaya, penjualan sepeda motor di dealer pun meningkat karena hasil tembakau,” tandasnya.

Dalam kemitraan, imbuhnya, tidak ada unsur paksaan. Petani dan perusahaan mitra, semestinya saling menaati kesepakatan dan konsekuensi di kondisi yang berlaku.

Pada kesempatan itu, pihak petani tembakau juga sempat meminta kepada Bupati agar mengalokasikan sebagian dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) untuk membantu sarana produk petani pada tahun depan.

“Kami akan kaji usulan itu (membantu saprodi bagi petani tembakau yang rugi besar tahun ini, red.). Kalau memungkinkan akan kita alokasikan di 2017. Tetapi kalau tidak mungkin, ya mau apalagi,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan