Sabet Penghargaan KLA, Komnas PA Nyatakan Belum Layak

Selasa, 24 Juli 2018 | 18:12 WIB

Rembang memenangkan kabupaten layak anak, kategori pencegahan perkawinan anak terbaik 2018. (Foto: mataairradio.com)

 

SURABAYA, mataairradio.com – Rembang menyabet penghargaan kategori pencegahan perkawinan anak oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak Republik Indonesia.

Penghargaan ini diberikan di Surabaya pada Senin (23/7/2018) malam dalam rangka peringatan hari anak nasional.

Kepala Dinsos PPKB Kabupaten Rembang, Sri Wahyuni mengonfirmasi bahwa Rembang memenangkan dua kategori yaitu pencegahan perkawinan anak terbaik 2018 dan kabupaten layak anak (KLA).

Namun ada sedikit kekecewaan karena untuk penghargaan KLA tahun 2018 turun dari tingkat KLA nindya menjadi KLA madya, artinya turun dari tingkat atas menjadi menengah.

“indikator penilaian KLA diantaranya pemenuhan hak-hak sipil, pendidikan, kesehatan dan hak-hak khusus misalnya anak mendapatkan kekerasan maka ia terlindungi,” tegasnya.

Heru Irianto Sekretaris Komnas Perlindungan Anak setempat mengapresiasi penghargaan tersebut, namun ada beberapa catatan penting yang harus diperhatikan.

Diantaranya adalah banyaknya anak-anak yang terlibat narkoba di Rembang dan parahnya beberapa kasus yang ia temukan pelaku dan korban berstatus pelajar SMP.

“menurut kacamata kami (Komnas PA) belum layak Mas, untuk dapat penghargaan,” tegasnya.

Ia juga menambahkan anak jalanan yang tersebar di Rembang belum tertangani dan cukup meresahkan masyarakat.

Selain itu, beberapa kasus kekerasan terhadap anak (bullying) kerap ia temukan di lapangan.

Heru berharap kepada pemerintah untuk memperhatikan hak-hak anak, misalnya anak-anak perlu kebebasan bermain, jangan sampai ada peredaran narkoba.

“beberapa waktu lalu kami menemukan banyak kasus anak jalanan yang masih berkeliaran dan juga peredaran narkoba,” pungkasnya.

 

 

Penulis: Mohamad Siroju Munir
Editor: Mohamad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan