Rumah Dukun di Pandangan Kulon Ludes Terbakar

Selasa, 18 Maret 2014 | 13:55 WIB
Satu rumah berikut isinya milik keluarga Mikan, warga RT 10 RW 5 Dusun Polumbung Desa Pandangan Kulon Kecamatan Kragan, ludes terbakar pada Senin (17/3) malam. (Foto:Rif)

Satu rumah berikut isinya milik keluarga Mikan, warga RT 10 RW 5 Dusun Polumbung Desa Pandangan Kulon Kecamatan Kragan, ludes terbakar pada Senin (17/3) malam. (Foto:Rif)

KRAGAN, MataAirRadio.net – Satu rumah berikut isinya milik keluarga Mikan, warga RT 10 RW 5 Dusun Polumbung Desa Pandangan Kulon Kecamatan Kragan, ludes terbakar pada Senin (17/3) malam. Gelang emas senilai Rp10 juta dan uang tunai Rp21,8 juta, turut dilalap api. Saat kejadian, Mikan sedang tertidur, meski baru selepas isya.

Insiden kebakaran membuat panik warga. Sebab rumah Mikan berada di permukiman padat penduduk. Beruntung warga di sekitar rumah korban, segera melokalisasi api, sehingga tidak sampai merembet. Sebenarnya selain perhiasan dan uang, dua ekor sapi milik Mikan, nyaris menjadi korban. Namun bisa diamankan.

Mikan mengaku langsung dibangunkan oleh istrinya begitu api berkobar. Dia menduga kebakaran terjadi akibat percikan api dari korsleting listrik. Mikan masih menyalur listrik dari rumah anaknya di selatan kediaman. Selain perhiasan dan uang, belasan sarung anyar dan empat lembar kain batik bernilai masing-masing ratusan ribu rupiah, juga ludes.

Rumah keluarga Mikan terbuat dari bahan kayu. Demikian juga rumah warga di sekitar korban. Karena itu, kobaran api tidak bisa dijinakkan warga dengan pemadaman seadanya. Tim Pemadam Kebakaran dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Rembang tidak bisa berbuat banyak sesampainya di lokasi kejadian.

Padahal, tim penjinak api mengerahkan dua unit armada pemadam dan dua tangki air untuk melakukan penyemprotan. Mikan juga menuturkan, uang tunai yang turut ludes, merupakan hasil tagihan utang dari Rembang.

Dia pun mengaku tidak memiliki pekerjaan tetap. Secara terang, Mikan menyebut dirinya dukun dan sering dimintai bantuan oleh sejumlah orang. Sarung dan lembaran kain batik yang ludes, juga buah dari pemberian orang yang datang kepadanya.

Sebelumnya, Komandan Regu Pemadam Kebakaran dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Rembang Abdul Rokhim mengatakan, kebakaran tetap rawan pada musim hujan sekalipun. Biasanya, korsleting listrik menjadi pemicunya.

Menurut Rokhim, kabel yang tidak standar rawan mengakibatkan hubungan pendek arus listrik. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan PLN Rayon Rembang, agar mengimbau penggunaan kabel standar pada instalasi rumah tangga. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



One comment
  1. rakus

    Maret 18, 2014 at 8:47 pm

    sabar

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan