Rumah Sakit Plat Merah Luar Jawa Lirik Rembang

Senin, 9 November 2015 | 18:56 WIB
Salah seorang presentator dari RSUD dr R Soetrasno Rembang memberikan penjelasan kepada tim dari RSUD Tengku Mansyur Tanjung Balai, Sumatera Utara. (Foto: Pujianto)

Salah seorang presentator dari RSUD dr R Soetrasno Rembang memberikan penjelasan kepada tim dari RSUD Tengku Mansyur Tanjung Balai, Sumatera Utara. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Rumah sakit plat merah dari berbagai daerah di luar Pulau Jawa sedang intensif melirik Rembang untuk menimba ilmu dari RSUD dr R Soetrasno atas capaian akreditasi tingkat paripurna atau akreditasi versi 2012.

Setelah RSUD Soemarmo Sosroatmojo Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara pada 3 September silam, Senin (9/11/2015) pagi, giliran RSUD Tengku Mansyur Kabupaten Tanjung Balai Sumatera Utara.

Direktur RSUD Tengku Mansyur, Hendarmin mengaku menimba ilmu tentang semua hal. Bersama empat anak buahnya, ia belajar antara lain tentang instalasi RSUD dr R Soetrasno Rembang.

“Meski kelas rumah sakitnya itu sama dengan yang di Rembang, tetapi keberhasilan RSUD dr R Soetrasno meraih akreditasi, menjadikan kami perlu datang langsung untuk meminta bimbingan. Bukan studi banding,” katanya.

Pejabat Humas RSUD dr R Soetrasno Rembang Giri Saputro menyebut kunjungan secara bergelombang dari banyak rumah sakit yang ingin belajar dari kabupaten ini, menjadikannya bangga.

“Tapi sekaligus sebagai pemecut bagi kita untuk peningkatan kualitas layanan,” katanya.

Menurutnya, kedatangan lima orang rombongan dari RSUD Tengku Mansyur berbekal informasi dari laman resmi komite akreditasi rumah sakit dan perselancaran di website rumah sakitnya.

“Di Indonesia, RSUD Rembang menempati urutan 67, tapi satu-satunya rumah sakit kelas C yang terakreditasi versi 2012,” katanya.

Setelah rumah sakit di Tanjung Balai, dalam waktu dekat, RSUD Sanggau Kalimantan Barat, juga akan “berguru” ke Rembang.

“Senin (9/11/2015) ini, surat elektronik dari Sanggau dikirim,” katanya.

Rencananya, menurut Giri, rombongan dari Sanggau akan berjumlah 40 orang dan berkunjung untuk dua hari seperti rumah sakit lain.

Giri membantah, gelombang kunjungan dari rumah sakit lain ke rumah sakit daerah ini, mengganggu tingkat pelayanan terhadap pasien.

Menurut dia, hanya ada dua dokter yang terlibat pada paparan untuk tim dari rumah sakit lain yang datang, yaitu Dokter Maya dan Dokter Intan.

“Sebelum bertindak sebagai narasumber untuk menyampaikan presentasi, Dokter Maya yang dokter anak dan Dokter Intan yang dokter di UGD, sudah selesai melakukan visit pasien. Kami tidak mempersiapkan hal khusus. Semuanya normal,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan