Rumah Kades Sedan Dilalap Si Jago Merah

Selasa, 6 Mei 2014 | 15:23 WIB
 Si jago merah, Selasa (6/5) pagi kembali mengamuk di Kecamatan Sedan. Kali ini rumah milik Kepala Desa Sedan M Syaiku yang terbakar. (Foto:Pujianto)

Si jago merah, Selasa (6/5) pagi kembali mengamuk di Kecamatan Sedan. Kali ini rumah milik Kepala Desa Sedan M Syaiku yang terbakar. (Foto:Pujianto)

SEDAN, MataAirRadio.net – Si jago merah, Selasa (6/5) pagi kembali mengamuk di Kecamatan Sedan. Kali ini rumah milik Kepala Desa Sedan M Syaiku yang terbakar. Perabotan rumah tangga berikut dokumen berharga seperti ijazah yang berada di rumah bagian depan, ludes.

Dari informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kebakaran diduga dipicu oleh api obat nyamuk bakar di kamar utama korban. Saat api mulai merambat, Syaiku sedang menonton televisi di ruang tengah, sedangkan istrinya sedang mengantar anaknya di TK setempat.

Begitu sadar rumahnya terbakar, korban segera berteriak meminta tolong. Warga yang segera berhamburan keluar rumah, mengambil air dari sumur di sisi timur kediaman Syaiku. Sekretaris Desa Sedan Zawinuha mengaku langsung menghubungi regu pemadam kebakaran.

Sembari menunggu kedatangan regu penjinak api dari Pemkab Rembang, warga juga mengerahkan mesin sedot dan mendapat bantuan dua tangki air dari pabrik ternak ayam Pockphand. Armada dan regu pemadam kebakaran, lagi-lagi datang terlambat.

Armada dan regu pemadam kebakaran yang sesaat kemudian datang, tinggal mengevakuasi bangunan rumah warga lainnya dari amukan si jago merah dan sisa-sisa bara api. Sementara Syaiku dan istrinya yang syok, dievakuasi ke rumah kerabat terdekat.

Aparat dari Kepolisian Sektor Sedan segera turun tangan melakukan penyelidikan mengenai penyebab pasti terjadinya kebakaran. Namun kesimpulan sementaranya, kebakaran dipicu oleh api obat nyamuk bakar yang menyulut tempat tidur dan dinding kamar.

Zawinuha yang aktif di lokasi kejadian menyebutkan, selain perabotan rumah tangga seperti meja, kursi, dan peralatan elektronik, ada pula dokumen berharga di antaranya ijazah milik Syaiku dan keluarganya.

Pihak desa memastikan, tidak ada Buku C desa yang turut ludes akibat insiden tersebut. Buku yang memuat peta pertanahan warga di desa itu disimpan di lokasi terpisah, meski ada dalam satu rumah.

Kapolsek Sedan AKP I Made Hartawan mengaku belum bisa membuat kesimpulan pasti penyebab kebakaran. Namun terlepas dari itu, dua kasus kebakaran yang terjadi, mestinya cukup dijadikan pelajaran. Warga diharapkan tidak meninggalkan rumah dalam keadaan kosong, tapi masih ada bara obat nyamuk bakar yang menyala, serta kontak listrik arus besar tertancap. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan