RSUD Rembang Jadi Ajang Studi Banding 5 Kabupaten

Selasa, 19 Mei 2015 | 17:05 WIB
Workshop percepatan akreditasi di RSUD Rembang, Selasa (19/5/2015). (Foto: Pujianto)

Workshop percepatan akreditasi di RSUD Rembang, Selasa (19/5/2015). (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Soetrasno Rembang menjadi ajang studi banding dari lima kabupaten tetangga, Selasa (19/5/2015) pagi.

Mereka ingin menimba ilmu seputar percepatan meraih akreditasi rumah sakit. Studi banding dilakukan melalui workshop yang digelar Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.

Sejauh ini, memang baru RSUD Rembang yang sudah terakreditasi secara paripurna di Karesidenan Pati. Selebihnya, di Jawa Tengah, akreditasi paripurna baru dicapai oleh RSUD Tugurejo dan RSUP Karyadi.

Juru bicara RSUD Rembang Giri Saputro mengatakan, melalui workshop ini, kabupaten lain diharapkan mampu mencontoh akreditasi seperti yang dicapai oleh Rumah Sakit Umum Daerah dr R Soetrasno.

“Selain percepatan akreditasi, workshop pagi ini digelar guna penurunan angka kematian ibu dan bayi,” katanya tanpa menyebutkan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Rembang.

Menurut Giri, lantaran ditunjuk sebagai tempat perhelatan workshop oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, RSUD Rembang mendapat nilai tambah yang cukup banyak.

“Salah satunya adalah mendorong agar rumah sakit daerah ini, terus berbenah menjadi lebih baik,” terangnya.

Baginya, ketika sudah menjadi rujukan rumah sakit lain untuk belajar, maka secara mutu pelayanan juga mesti ditingkatkan. Jangan sampai, manakala RSUD Rembang dijadikan narasumber, kualitas pelayanan di internalnya, justru tidak lebih baik dari rumah sakit lain.

Saat berbincang dengan mataairradio, Giri juga mengungkapkan bahwa RSUD dr R Soetrasno baru saja dinobatkan sebagai rumah sakit sayang ibu dan bayi terbaik di Jawa Tengah.

“Setelah mengikuti workshop di dalam ruangan, peserta diajak berkeliling rumah sakit meninjau pelayanan,” imbuhnya.

Sementara itu disinggung mengenai belum adanya unit layanan paru-paru dan jantung, tetapi RSUD Rembang sudah terakreditasi, Giri mengatakan, jumlah layanan tidak menjadi item penilaian akreditasi.

“Yang dinilai adalah mutu pelayanan, bukan jumlah layanannya,” jelasnya.

Giri mengakui, memang cukup sulit membuka dua layanan tersebut di Rembang. Kendalanya adalah keterbatasan dokter spesialis jantung dan paru-paru di wilayah Jawa Tengah.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan