RSUD Kesulitan Larang Masuk Anak-anak U-14

Jumat, 13 November 2015 | 18:01 WIB
Kawasan tanpa asap rokok di RSUD dr R Soetrasno Rembang. (Foto: Pujianto)

Kawasan tanpa asap rokok di RSUD dr R Soetrasno Rembang. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Soetrasno kesulitan melarang masuk anak-anak di bawah 14 tahun ke rumah sakit, padahal jika sampai masuk, mereka rentan terinfeksi kuman.

Kepala Bidang Pengembangan dan Informasi RSUD dr R Soetrasno Rembang Giri Saputro mengatakan, sebelumnya, anak-anak yang berusia 13-14 tahun, masih boleh masuk ke areal rumah sakit.

“Sebelumnya, sejak tahun 1954, hanya anak-anak yang berusia kurang 12 tahun saja, yang dilarang,” terangnya kepada mataairradio.

Menurutnya, perubahan batas larangan itu didasari pertimbangan keilmuwan. Tingkat imun anak-anak disebut kurang bagus.

“Oleh pihak dokter rumah sakit, anak-anak dikategorikan untuk mereka yang berusia kurang dari 14 tahun, sedangkan yang lebih dari itu disebut remaja,” tandasnya.

Pihak rumah sakit menegaskan, anak-anak yang dilarang masuk ke areal rumah sakit, adalah mereka yang sehat. Sementara anak-anak yang butuh pertolongan medis, justru disarankan dirawat di rumah sakit.

“Larangan ini perlu ditegaskan, agar masyarakat tidak salah paham,” tegasnya.

Giri mengakui, kendati sudah ada papan larangan bagi anak-anak kurang dari 14 tahun untuk tidak masuk ke areal rumah sakit, tetapi kenyataannya banyak yang melanggar.

“Bahkan saat tim assesor akreditasi datang menilai kelayakan rumah sakit belum lama ini, pihaknya mendapat teguran,” ungkapnya.

Namun ketika itu, pihaknya berargumentasi, akan sulit menerapkan larangan itu secara kaku.

“Sebab kebanyakan pasien yang membawa anaknya ke areal rumah sakit, berdalih tidak bisa menitipkan anaknya karena tak ada keluarga lain,” katanya.

Giri menambahkan, selain larangan masuk bagi anak-anak yang sehat berusia di bawah 14 tahun, pihaknya pun kesulitan menertibkan perokok agar tidak merokok di kawasan rumah sakit.

“Sering kali petugas keamanan mengingatkan dan dipatuhi, tapi tak lama berselang, mereka melanggar lagi,” tambahnya.

Sementara itu, di balik kesulitan tersebut, rumah sakit plat merah ini tampak masih “merawat” warisan masa lalu berupa papan peringatan yang masih memakai ejaan Soewandi, bertuliskan “Dilarang Berbitjara Keras-keras”.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan