Rombongan Polhukam Pastikan Rembang Bebas ISIS

Jumat, 30 Januari 2015 | 19:27 WIB
Kunjungan rombongan dari Kemenko Polhukam di Ruang Rapat Bupati Rembang, Jumat (30/1/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

Kunjungan rombongan dari Kemenko Polhukam di Ruang Rapat Bupati Rembang, Jumat (30/1/2015) pagi. (Foto:Pujianto)

REMBANG, mataairradio.com – Delapan orang pejabat dari jajaran Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) datang ke Rembang, Jumat (30/1/2015) pagi.

Mereka merapat ke Kantor Bupati Rembang sekitar pukul 09.00 WIB.

Sebelumnya, rombongan yang berasal dari Deputi Politik Dalam Negeri dan Hubungan Kelembagaan Kemenko Polhukam tiba di Rembang pada Kamis (29/1/2015) malam.

Turut dalam rombongan ini antara lain Asisten Deputi III Brigjen Pol Widiyanto dan Asisten Deputi IV Brigjen TNI Wardiyano.

Kabag Humas Pemkab Rembang Johan Nurwicaksono mengungkapkan, sesampainya di Kantor Bupati, rombongan terlibat rapat tertutup dengan Forum Pimpinan Daerah di Ruang Rapat Bupati.

“Mereka membahas keamanan daerah Rembang (dari kelompok pemberontak di wilayah Irak dan Suriah atau ISIS),” ungkap Johan kepada mataairradio.

Setelah lebih dari satu jam bertemu dengan Forum Pimpinan Daerah Rembang, rombongan bergeser ke kediaman Ketua FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Rembang Zainal Amroni di bilangan Jalan Veteran.

Sedianya rombongan akan berkunjung ke kediaman KH Maimoen Zubair Sarang, namun urung.

Sekitar setengah jam, rombongan yang didampingi antara lain oleh Dandim 0720 Letkol Inf Wawan Indaryanto dan Kepala Kantor Kesbangpolinmas Kartono, terlibat perbincangan mengenai keamanan Rembang dari gerakan radikalisme mengatasnamakan agama seperti ISIS.

“Kami sempat katakan bahwa Rembang bebas dari aktivitas kelompok pemberontak di wilayah Irak dan Suriah,” ungkap Zainal Amroni.

Menurutnya gerakan radikalisme yang mengatasnamakan agama hampir pasti membawa kepentingan kelompok.

“Agama di Indonesia mestinya dipakai sebagai alat perekat bangsa,” tandasnya.

Menurut informasi yang dihimpun, sebelum bertolak ke Yogyakarta pada selepas salat Jumat, rombongan dari Kemenko Polhukam sempat bertandang ke tapak pabrik semen milik PT Semen Indonesia, di wilayah Gunung Bokong Desa Kadiwono Kecamatan Bulu.

FKUB sempat dimintai pendapat tentang pro dan kontra pembangunan pabrik semen di wilayah Kabupaten Rembang.

“Pro-kontra di setiap rencana pembangunan menjadi hal yang wajar, selagi dilakukan dengan cara-cara yang baik, tidak anarkhis,” pungkas Zainal Amroni.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan