Rokok Ilegal Masih Beredar di Rembang

Senin, 26 Oktober 2020 | 14:21 WIB

Ilustrasi. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Di Kabupaten Rembang masih terdapat peredaran rokok ilegal. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Seksi Penyuluhan Dan Layanan Informasi Kantor Bea Cukai Kudus, Dwi Prasetyorini, baru-baru ini.

Namun demikian ia menyebutkan, jumlah peredaran rokok ilegal di Rembang terbilang masih relatif sedikit. Setiap kali pihaknya melakukan operasi, rata-rata menemukan satu sampai dua slop rokok ilegal yang beredar, paling banyak pernah sampai menemukan satu bal.

Berbeda dengan kabupaten-kabupaten lain, seperti di Jepara, ketika dilakukan razia petugas sering menemukan peredaran rokok ilegal sebanyak satu truk atau boks.

“Sepanjang tahun 2020, petugas Bea Cukai Kudus sudah menggelar penindakan 67 kali di wilayah Eks Keresidenan Pati termasuk Rembang, yang biasanya dilakukan oleh Satpol PP. Tidak main- main rokok ilegal yang diamankan mencapai 16 juta batang,” ungkapnya.

Pihaknya berencana dalam waktu dekat ini akan memusnahkan sitaan rokok ilegal hasil razia, karena gudang penyimpanan rokok ilegal di Kantor Bea Cukai Kudus sudah penuh.

“Nilai barang dari hasil sitaan tersebut senilai Rp16,3 Milyar, sehingga potensi cukai yang hilang sekira Rp9,5 Milyar,” imbuhnya.

Dwi mengungkapkan, di tengah pandemi global covid-19 pada saat ini, penjualan rokok legal turun. Penurunan omzet rokok berdampak terhadap target penerimaan cukai yang dibebankan pemerintah kepada kantor Bea Cukai Kudus tahun 2020, yang mencapai Rp35,9 Triliun.

“Hingga per bulan Oktober ini, baru mendapatkan Rp20,8 Triliun atau 59,23 %. Penjualan rokok-rokok yang mahal turun, padahal cukai dari rokok-rokok mahal tersebut cukup besar,” jelasnya.

Merek roko yang masuk Golongan I, per batang cukainya senilai Rp600, jika satu bungkus isi 10 maka cukainya saja sudah Rp6 ribu.

“Dengan harga cukai yang semakin naik dari tahun ke tahun, maka kita imbangi melalui kebijakan menggempur rokok-rokok ilegal. Apalagi ada target dari Menteri Keuangan, peredaran rokok ilegal harus diturunkan dari tujuh persen menjadi tiga persen pada tahun ini,” pungkasnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan