Puluhan Pak Rokok Ilegal Disita dari Tiga Kecamatan

Kamis, 24 April 2014 | 19:26 WIB
Puluhan rokok ilegal disita dari empat toko di tiga kecamatan, diamankan di markas Satpol PP Rembang, Kamis (24/4) pagi. (Foto:Pujianto)

Puluhan rokok ilegal disita dari empat toko di tiga kecamatan, diamankan di markas Satpol PP Rembang, Kamis (24/4) pagi. (Foto:Pujianto)

BULU, MataAirRadio.net – Puluhan pak rokok ilegal karena tak bercukai, Kamis (24/4) pagi, disita dari sejumlah toko di tiga kecamatan oleh tim gabungan dari Satpol PP dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Rembang.

33 pak rokok bodong ini diamankan dari empat toko, masing-masing satu kios di Pasar Kaliori, dua toko dari Pasar Krikilan dan Pelemsari Kecamatan Sumber, dan satu toko di Pasar Desa Mlatirejo Kecamatan Bulu.

Rokok tak bercukai ini selanjutnya dibawa ke markas Satpol PP Rembang. Kepala Seksi Penegak Perda pada Satpol PP Rembang Sudarno mengaku akan menunggu petunjuk dari petugas Bea Cukai untuk memusnahkan, barang sitaan ini.

Menurut Sudarno, rokok tak bercukai diperkirakan masih marak beredar di masyarakat, terutama di perdesaan. Mereka menganggap rokok jenis ini lebih murah karena tidak dikontrol oleh negara melalui cukai.

Peredaran rokok ilegal, merugikan negara, sehingga pengedarnya terancam jerat pidana penjara. Mengantisipasi terus maraknya rokok tidak bercukai, Satpol PP bersama pemegang kebijakan terkait, akan memperluas operasi.

Dia mengungkapkan, jika kali ini masih terbatas di tiga kecamatan, ke depan atau sekitar bulan Mei nanti, akan diperluas di kecamatan lain, terutama di wilayah Kecamatan Sale.

Sudarno menambahkan, selain tak bercukai, dari rokok ilegal yang diamankan, ada yang ditemui bercukai palsu. Satpol PP Rembang punya dua perangkat pendeteksi keaslian cukai ini.

Dia mengklaim, beberapa toko yang pernah dioperasi dari peredaran rokok ilegal, kini jera. Mereka memilih menolak kiriman rokok bodong dari sales karena takut berurusan dengan pihak berwajib. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan