Rokok Bercukai Ilegal Marak di Pinggiran Rembang

Senin, 26 Oktober 2015 | 19:11 WIB
Sudarno, Kepala Seksi Penegak Perda pada Satpol PP Rembang (kanan) ketika memimpin operasi penertiban rokok tidak bercukai, bercukai ilegal, dan bercukai kedaluwarsa di Pasar Tahunan Kecamatan Sale, Senin (26/10/2015) pagi. (Foto: mataairradio.com)

Sudarno, Kepala Seksi Penegak Perda pada Satpol PP Rembang (kanan) ketika memimpin operasi penertiban rokok tidak bercukai, bercukai ilegal, dan bercukai kedaluwarsa di Pasar Tahunan Kecamatan Sale, Senin (26/10/2015) pagi. (Foto: mataairradio.com)

 

SALE, mataairradio.com – Rokok bercukai ilegal dan rokok tak bercukai serta bercukai tetapi kedaluwarsa, ditemukan masih marak di pinggiran Kabupaten Rembang.

Senin (26/10/2015) pagi, Satpol PP Rembang menemukan puluhan selop rokok bercukai ilegal dan rokok yang tak bercukai dari tiga pasar di Kecamatan Sale. Tiga pasar itu adalah Sale, Mrayun, dan Tahunan.

Eni Setyani, salah satu penjual rokok bercukai ilegal di Pasar Tahunan berdalih tak tahu kalau rokok yang dijualnya bercukai palsu.

“Saya nggak tahu kalau cukainya ilegal. Saya hanya dijelaskan oleh salesnya, kalau rokok ini bercukai,” katanya sambil menunjuk rokok merek Berlian.

Menurutnya, rokok bercukai palsu itu terbilang laris. Peminatnya rata-rata petani.

“Soal kalangan muda atau kalangan tua yang meminati, saya tidak tahu. (Yang meminati rokok bercukai ilegal) Ya petani karena disini kan banyak yang petani,” terangnya.

Dia mengaku menjual rokok tersebut di dua pasar lainnya, karena Eny memiliki juga tempat berjualan di Pasar Sale dan Mrayun.

Kepala Seksi Penegak Perda pada Satpol PP Rembang Sudarno memperingatkan Eny secara keras.

“Panjenengan mesti hati-hati. Jangan jual rokok bercukai ilegal, apalagi tidak ada cukainya. Ada pidananya,” katanya kepada Eny.

Dia meminta kepada penjual rokok bercukai ilegal atau yang tidak dilengkapi cukai, agar menghentikan peredaran barang bodong itu karena merugikan negara.

Pihak Satpol PP menyita seluruh rokok bercukai ilegal dari toko Eny, tapi tidak turut mengamankan produk serupa yang disimpan oleh penjual yang bersangkutan, di dua pasar lainnya.

Aparat mengancam Eny, apabila pada razia berikutnya, petugas masih saja mendapati rokok bercukai ilegal atau tidak bercukai, Satpol PP akan melaporkannya langsung kepada petugas Bea dan Cukai untuk ditangani lebih lanjut.

“Nanti kalau kedapatan lagi, Panjenengan tanggung sendiri resikonya,” ketusnya.

Setelah diperingatkan petugas, penjual rokok bercukai ilegal itu tampak ketakutan.

Eny berjanji tidak akan lagi menjual rokok bercukai palsu, kendati banyak peminatnya.

Dia khawatir kalau tiba-tiba petugas datang, merazia tokonya, dan menangkapnya.

Sudarno menambahkan, di antara puluhan selop rokok yang diamankan, ada juga rokok yang masa berlaku cukainya sudah kedaluwarsa.

“Yang kami sita, kebanyakan adalah rokok yang tidak bercukai, dan yang bercukai namun palsu atau ilegal,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan