Rogoh Kocek Rp300 Juta, Pemkab Rembang Datangkan Karnaval Inbox

Senin, 16 April 2018 | 19:50 WIB

Karnaval Inbox akan digelar di Alun-alun Rembang pada 21 dan 22 April 2018. Pemkab Rembang mengeluarkan dana Rp300 juta untuk mendatangkannya. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pemerintah Kabupaten Rembang mengeluarkan kocek hingga Rp300juta, untuk mendanai dan mendatangkan program musik Karnaval Inbox SCTV yang diselenggarakan selama dua hari, Sabtu dan Ahad 21-22 April 2018 di alun-alun setempat.

“Anggaran sebesar itu jauh lebih rendah apabila dibandingkan dengan acara serupa di daerah-daerah lain yang berkisar Rp400 juta, bahkan lebih,” kata Kukuh Purwasana, Kepala Bagian Humas Setda Rembang mengklaim.

Saat ini pihaknya masih menyusun perencanaan Karnaval Inbox. Sebab masih terdapat persoalan teknis, yaitu penyediaan penginapan atau kamar hotel bagi kru dan artis undangan.

“Kami ingin penginapan ditanggung manajemen Karnaval Inbox. Kami hanya menyiapkan lokasi,” terangnya kepada mataairradio, Senin (16/4/2018).

Kukuh membeberkan, sejauh ini, pihak Karnaval Inbox menyatakan seluruh rangkaian acara menjadi tanggung jawab manajemen, namun Pemkab harus memberikan kompensasi berupa akomodasi antarjemput, penginapan, dan menyediakan lokasi untuk acara.

“Pemkab masih mempertimbangkan permintaan manajemen Karnaval Inbox. Belum ada kesepakatan. Pemkab Rembang menjanjikan keputusan mengenai permintaan pihak manajemen Karnaval Inbox pada Kamis 19 April nanti,” katanya.

Pihak Pemkab Rembang mengklaim Karnaval Inbox akan menjadi wahana promosi potensi daerah, mulai dari kuliner, pariwisata, hingga budaya. Kukuh optimistis, potensi daerah akan terekspos secara efektif lewat Karnaval Inbox.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan