Ribuan Pemuda di Rembang Diajari Jadi Pengusaha

Minggu, 26 Mei 2019 | 20:21 WIB

Kalangan muda di Kabupaten Rembang diajari menjadi pengusaha, pada Ahad (26/5/2019) sore, di Auditorium Hotel Puri Indah, setempat. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairadio.com – Kalangan muda di Kabupaten Rembang diajari menjadi pengusaha, pada Ahad (26/5/2019) sore, di Auditorium Hotel Puri Indah, setempat.

Kegiatan itu, dikemas melalui sebuah seminar yang digelar oleh Wirausaha Muda Nusantara (Wimnus) Provinsi Jawa Tengah, dengan menghadirkan seorang narasumber dari Jakarta, Syafii Efendi.

Isfahan Naufal, selaku Ketua Panitia SKegiatan tersebut menyebutkan, ada sebanyak 1.100-an pelajar dan mahasiswa se-Kabupaten Rembang yang hadir dalam seminar itu.

Dirinya berharap, melalui kegiatan seminar tersebut, dapat merangsang semangat kewirausahaan di kalangan kaum muda Kabupaten Rembang.

“Kami menggandeng BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) STIE YPPI dan AKSI Rembang, untuk menyukseskan event ini. Luar biasa, sambutan dari para peserta,” ujarnya.

Melalui Sambutannya saat membuka seminar, Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan, bahwa peluang menjadi pegawai negeri atau aparatur sipil negara (ASN) di kabupaten ini terbilang kecil.

Bupati Rembang pun menyayangkan, apabila ada pandangan, nantinya setelah lulus kuliah harus menjadi pegawai negeri.

Ia mengungkapkan, pada saat ini, di Kabupaten Rembang terdapat empat ribuan pegawai pemerintahan yang masih berstatus mengabdi (Non ASN). Maka Bupati mendorong anak-anak muda Rembang jangan selalu menggantungkan profesi sebagai aparatur sipil negara.

“Kuliah hanya ingin jadi pegawai negeri, harus kita hindari. Potensi untuk jadi pegawai negeri sangat kecil sekali. Apalagi pemerintah belum tentu menggelar seleksi (ASN) setiap tahun,” terangnya.

 

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan