Warga Pranti-Bogorame Retas Jalan Tembus Perekonomian

Senin, 3 Maret 2014 | 12:24 WIB
Budi Lestariyono, Kepala Desa Bogorame. (Foto:Puji)

Budi Lestariyono, Kepala Desa Bogorame. (Foto:Puji)

SULANG, MataAirRadio.net – Warga Desa Pranti dan Bogorame Kecamatan Sulang, Minggu (2/3) pagi bergotong-royong untuk meretas pembangunan jalan tembus perekonomian menuju jantung Kota Rembang. Ada sekitar 80 warga yang bekerja bakti pagi itu.

Tain, warga Desa Pranti mengatakan, beberapa warga yang lahannya dilalui jalur tersebut merelakan sebagian tanahnya untuk kepentingan pembangunan jalan yang rencananya sepanjang 1,7 kilometer. Ia menuturkan, sebenarnya dahulu pernah ada jalur setapak. Namun, seiring berjalannya waktu, jalur itu hilang akibat pertumbuhan pengelolaan lahan pertanian.

Menurutnya, kerja bakti dilakukan bersama dengan warga Desa Bogorame, karena sebagian besar lahan yang dilalui milik warga desa tetangga itu. Tain menambahkan, kelak jika jalan sudah jadi, warga tak perlu lagi memutar ke Bogorame dan Landoh untuk sampai ke Kota Rembang. Demikian juga warga Bogorame. Tinggal ke utara, langsung tembus ruas jalan Rembang-Blora.

Kepala Desa Bogorame Budi Lestariyono menimpali, demi kepentingan bersama, akses tembus tersebut memang perlu dibuat. Melalui jalan yang kini diretas, warga nantinya bisa lebih gampang mengangkut hasil pertanian. Warga Desa Pranti pun menjadi tidak harus memutar melalui desanya dan Landoh untuk sampai ke Kota Rembang.

Menurutnya, aktivitas warga Pranti yang melalui desanya cukup tinggi. Sebab jika pun melintasi Desa Pedak, aksesnya terkendala. Belum lagi, ketika musim kemarau tiba, hilir mudik armada pengangkut bantuan air bersih menuju Pranti juga tidak efisien.

Budi menegaskan, dengan memangkas jarak ke kota, harapannya waktu tempuh terpangkas, sehingga efektif. Pihaknya mengaku siap bekerjasama dengan Desa Pranti, selagi semua dikerjakan secara gotong royong dan swadaya.

Berdasarkan pantauan MataAir Radio, akses baru yang diretas warga melintasi banyak kebun jati dan pohon siwalan. Satu unit backhoe tampak pula dikerahkan untuk mempercepat pembuatan jalan yang rencananya selebar empat meter. Hingga Minggu (2/3) siang, belum ada warga yang keberatan dengan pembuatan jalan tembus itu. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan