Rencana Pembangunan Pelabuhan Kilang Migas di Binangun Ditolak LSM

Senin, 16 September 2019 | 20:06 WIB
Spanduk yang berisi penolakan rencana pembangunan pelabuhan kilang migas di Desa Binangun yang dipasang leh LSM GMBI. (Foto: matairradio.com)

LASEM, mataairradio.com – Rencana proyek pembangunan pelabuhan kilang migas oleh PT Rembang Migas Energi (RME) ditolak oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM).

LSM tersebut adalah GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia). Meraka menolak rencana proyek perusahaan milik Pemerintah Rembang itu melalui pemasangan spanduk yang berisi tentang penolakan pembangunan pelabuhan kilang migas di Desa Binangun.

Uripto Kepala Distrik LSM GMBI Rembang membenarkan, bahwa pihaknya telah memasang spanduk penolakan yang ada di Desa Binangun.

Menurut dia, Warga Desa Binangun menolak dengan rencana itu, sebab tidak ada keterbukaan informasi serta sosialisasi terhadap masyarakat.

“Selain itu, dengan adanya pelabuhan kilang migas di Binangun, dikhawatirkan akan terjadi pencemaran lingkungan,” ujarnya kepada wartawaan mataairradio.com pada Senin (16/9/2019) siang.

Direktur Utama PT Rembang Migas Energi Zaenul Arifin menyatakan, saat ini pihaknya baru sebatas melakukan survei untuk bakal lokasi proyek.

Ia menyebutkan, ada enam lokasi yang pihaknya tuju. Tiga diantaranya yakni di Kecamatan Sluke, kemudian di Desa Binangun Kecamatan Lasem, dan di Pulau Marongan.

“Proyek ini penting, karena bisa memberikan ‘multiplier effect’ (dampak ganda, red.) bagi warga Rembang. Tapi sayangnya belum apa-apa sudah ada penolakan,” kata dia.

Pihaknya mengaku, belum melakukan sosialisasi kepada warga, sebab proyek tersebut baru tahap menentukan lokasi, selain itu juga untuk menghindari terjadinya kegaduhan di masyarakat.

Zaenul menyarankan, agar warga jangan reaktif terlebih dahulu. Dalam hal pembangunan pihaknya tentu memperhatikan penyusunan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal).

Bahkan, ia mengatakan, penyusunan analisis Amdalnya bekerja sama dengan pihak Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

“Masyarakat jangan khawatir dahulu, proyek ini bisa memberikan ‘multiplier effect’ secara ekonomi. Jangan sampai investor yang sudah tandatangan MOU malah pergi, kan nanti kita yang rugi,” ungkapnya.

Zaenul menambahkan, jika masyarakat membutuhkan informasi terkait rencana proyek tersebut, maka dirinya mempersilakan supaya bertanya secara langsung di kantornya.

Ke depan diharapkan proyek itu bisa menambah pemasukan asli daerah (PAD) Kabupaten Rembang, serta menurunkan angka pengangguran.

“Monggo yang ingin bertanya, silakan ke kantor. Saya 24 jam siap memberikan informasi,” pungkasnya.

Penulis : Mohammad Siroju Munir
Editor : Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan