Rencana Pembangunan Pabrik Garmen Berdesis di Punjulharjo

Sabtu, 2 April 2016 | 18:38 WIB
ilustrasi investasi

Ilustrasi. (Foto: suara.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Desas-desus mengenai rencana pembangunan pabrik garmen di Kabupaten Rembang mulai berkembang di warga Desa Punjulharjo Kecamatan Rembang.

Umumnya mereka mengaku senang jika rencana pembangunan pabrik berlokasi di wilayah desa setempat.

Kades Punjulharjo Mutholib, Sabtu (2/4/2016) pagi sempat mendengar rencana investasi pabrik garmen di Kabupaten Rembang. Tapi dirinya belum tahu kalau wilayahnya dipertimbangkan sebagai calon lokasi pabrik tersebut.

“Kami merespon isu itu secara positif. Senang kalau benar karena (pabrik) bisa menyerap tenaga kerja,” katanya.

Paling tidak menurutnya, jika jadi berdiri di wilayahnya, akan banyak warga yang terserap sebagai pekerja, termasuk warga dari wilayah lain di Lasem dan Rembang.

“Kalau limbah tentu akan diatur cermat oleh Badan Lingkungan Hidup,” tandasnya.

Salah seorang pemuda Desa Punjulharjo Ali Mustofa mengaku terkejut dengan isu yang menyebut wilayah desanya menjadi daerah pertimbangan lokasi bakal pabrik garmen.

“Saya malah baru kali ini mendengar adanya rencana pabrik garmen masuk ke Rembang,” akunya.

Terlepas dari benar atau tidaknya desas-desus lokasi pabrik di Punjulharjo, ia mengaku senang jika pabrik itu tetap berdiri di Rembang.

“Senang karena warga sekitar seperti Kasreman Kecamatan Rembang dan Gedongmulyo Kecamatan Lasem, bisa diserap sebagai tenaga kerja,” harapnya.

Hanya saja, ia tetap berharap kepada Pemerintah agar tidak gampang mengeluarkan izin jika komitmen industri terhadap lingkungan tidak jelas.

“Ya jangan sampai kehadiran pabrik justru menambah persoalan pencemaran akibat limbah yang tidak terkelola secara baik,” tegasnya.

Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Rembang Sri Sugiyarti ketika dikonfirmasi mengenai rencana investasi pabrik garmen di daerah ini menyatakan belum ada progres yang mengarah ke perizinan. Menurutnya, proses ke arah perizinan masih jauh.

“Belum. Belum ke perizinan,” ujarnya.

Ia juga menyatakan desas-desus mengenai calon investor yang mempertimbangkan wilayah Desa Punjulharjo sebagai bakal tapak pabrik garmen, belum sampai mengerucut.

“(Soal rencana investasi dan lokasi pabrik garmen) Baru saja rapat BKPRD. Iya betul (masih antara di Lasem atau Punjulharjo),” pungkasnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil/Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan